Masa VOC dst….   Leave a comment

SUPLEMEN MATERI SEJARAH KELAS II SEMESTER I

VOC DARI AWAL SAMPAI KERUNTUHANNYA
Verenigde Oost Indisce Compagnie (VOC) adalah kongsi dagang swasta yang dibentuk Belanda di Indonesia tahun 1602 di Batavia dengan Pieter Both sebagai Gubernur Jendralnya pertama. Berikut Gubernur Jendral mulai dari VOC- sampai saat pengakuan kedaulatan (1949).
Masa VOC (1610-1799)
No Nama Mulai Sampai
1 Pieter Both 19 Desember 1602 6 November 1614
2 Gerard Reynst 7 November 1614 1615
3 Laurens Reael 1615 20 Mei 1619
4 Jan Pieterszoon Coen 25 Oktober 1617 31 Januari 1623
5 Pieter de Carpentier 1 Februari 1623 30 September 1627
6 Jan Pieterszoon Coen 3 Oktober 1624 21 September 1629
7 Jacques Specx 22 September 1629 17 April 1632
8 Hendrik Brouwer 18 April 1632 1 Januari 1636
9 Antonio van Diemen 1 Januari 1636 19 April 1645
10 Cornelis van der Lijn 19 April 1645 7 Oktober 1650
11 Carel Reyniersz 26 April 1650 19 Mei 1653
12 Joan Maetsuycker 19 Mei 1653 1678
13 Rijkloff van Goens 1678 24 November 1681
14 Cornelis Speelman 25 November 1681 11 Januari 1684
15 Johannes Camphuys 11 Januari 1684 24 September 1691
16 Willem van Outhoorn 17 Desember 1690 14 Agustus 1704
17 Johan van Hoorn 15 Agustus 1704 29 Oktober 1709
18 Abraham van Riebeeck 30 Oktober 1709 17 November 1713
19 Christoffel van Swol 17 November 1713 12 November 1718
20 Hendrick Zwaardecroon 13 November 1718 7 Juli 1725
21 Mattheus de Haan 16 Oktober 1724 1 Juni 1729
22 Diederik Durven 1 Juni 1729 28 Mei 1732
23 Dirk van Cloon 28 Mei 1732 10 Maret 1735
24 Abraham Patras 11 Maret 1735 3 Mei 1737
25 Adriaan Valckenier 3 Mei 1737 6 November 1741
26 Johannes Thedens 6 November 1741 28 Mei 1743
27 Gustaaf Willem baron van Imhoff 29 Mei 1743 1 November 1750
28 Jacob Mossel 1 November 1750 15 Mei 1761
29 Petrus Albertus van der Parra 15 Mei 1761 28 Desember 1775
30 Jeremias van Riemsdijk 28 Desember 1775 3 Oktober 1777
31 Reinier de Klerk 4 Oktober 1777 1 September 1780
32 Willem Alting Maret 1780 17 Februari 1797
33 Pieter Gerardus van Overstraten 16 Agustus 1796 31 Desember 1799

Masa kekuasaan Belanda di bawah kendali Perancis(1800-1811)
No Nama Mulai Sampai
33 Pieter Gerardus van Overstraten 1 Januari 1800 22 Agustus 1801
34 Johannes Siberg 22 Agustus 1801 1805
35 Albertus Hendricus Wiese 1805 4 Januari 1808
36 Herman Willem Daendels 5 Januari 1808 15 Mei 1811
37 Jan Willem Janssens 11 November 1810 15 Mei 1811 (resmi)

Masa kekuasaan Inggris (1811-1816)
No Nama Mulai Sampai
38 Lord Minto 18 September 1811 1811
39 Thomas Stamford Raffles 1811 11 Maret 1816
40 John Fendall 11 Maret 1816 15 Agustus 1816

Masa kekuasaan Hindia Belanda (1816-1949)
No Nama Mulai Sampai
41 G.A.G.Ph. van der Capellen 16 Agustus 1816 1 Januari 1826
42 Leonard Pierre Joseph du Bus de Gisignies 2 Januari 1826 16 Januari 1830
43 Johannes van den Bosch 17 Januari 1830 1833
44 J.C. Baud 1833 1836
45 Dominique Jacques de Eerens 1836 1840
46 C.S.W. van Hogendorp 1840 1841
47 P. Merkus 1841 1844
48 Jan Cornelis Reijnst 1844 1845
49 Jan Jacob Rochussen 1845 1851
50 A.J. Duymaer van Twist 1851 1856
51 Charles Ferdinand Pahud 1856 1861
52 Ary Prins 1861 1861
53 Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele 1861 1866
54 Ary Prins 1866 1866
55 Pieter Mijer 1866 1872
56 James Loudon 1872 1875
57 J.W. van Lansberge 1875 1881
58 Frederik s’Jacob 1881 1884
59 Otto van Rees 1884 1888
60 Cornelis Pijnacker Hordijk 1888 1893
61 Carel Herman Aart van der Wijck 1893 1899
62 Willem Rooseboom 1899 1904
63 Johannes Benedictus van Heutsz 1904 1909
64 A.W.F. Idenburg 1909 1916
65 Johan Paul van Limburg Stirum 1916 1921
66 Dirk Fock 1921 1926
67 Andries Cornelis Dirk de Graeff 1926 1931
68 Bonifacius Cornelis de Jonge 1931 1936
69 A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer 1936 1942
70 Hubertus Johannes van Mook 1942 28-Okt-48
71 Louis Joseph Maria Beel 29-Okt-48 18-Mei-49
72 A.H.J. Lovink 19-Mei-49 27-Des-49

Pusat kegiatan VOC adalah Maluku,karena merupakan pusat penghasil rempah-rempah.Untuk mempertahankan monopoli dgangnya di Maluku VOC melakukan:
a. Pelayaran Hongi ( Hongi Tochten): pelayaran untuk mengawasi kegiatan monopoli perdagangan
b. Politik Ekstirpasi : penebangan bahkan pembakaran tanaman rempah-rempah bila berlebihan ( untuk menjaga kestabilan harga)

Tujuan dibentuknya VOC :
a. menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda di Indonesia
b. menghadapi /mempertahankan diri dari persaingan dengan pedagang lainnya
c. membantu pemerintah Belanda dalam menghadapi pasaran Spanyol di Eropa
Hak-hak istimewa VOC:
Agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar pemerintah Belanda memberikan hak OCTROOI/hak istimewa kepada VOC antar lain:

a. memonopoli perdagangan
b. mengadakan perjanjian
c. membuat benteng
d. mencetak uang
e. menyatakan perang
f. mengangkat prajurit
g.
Hal –hal yang menyebabkan kemunduran VOC:
1. daerah kekuasaannya terlalu luas (sehingga sulit mengawasi)
2. banyak pegawainya melakukan korupsi (tidak jujur)
3. banyak pegawainya tidak cakap menjalankan tugas
4. banyak perlawanan di berbagai daerah di Indonesia (sehingga banyak menguras biaya,sehingga VOC hutang kepada pemerintah)
5. kalah bersaing dengan kongsi dagang lain (misalnya EIC milik Inggris,Compagnie des Indies milik Perancis)
6. kemerosotan moral di kalangan penguasa (akibat sistem monopoli , dan dalam pengumpulan hasil-hasil bumi dari penduduk pribumi

Upaya mengatasi kemunduran:
Untuk mengatasi kemundurannya VOC mengubah kebijakan politiknya dengan memberlakukan POLITIK EKSPLOITASI AGRARIA. Hal ini dilakukan dengan:
a. Contingenten:penyerahan pajak berupa hasil bumi (terutama uang) secara langsung kepada VOC
b. Verplichte Leveratier: penyerahan pajak berupa hasil bumi di daerah secara tidak langsung kepada VOC ( misalnya: melalui kerajaan)
c. Priangenstelsel: mewajibkan penduduk daerah Priangan menanam kopi ( hasilnya diserahkan kepada VOC)
PEMBUBARAN VOC:
Kegagalan upaya memperbaiki VOC diatas terutama ketika VOC tidak mampu membayar hutangnya kepada pemerintah (bangkrut) Belanda,mendorong pemerintah Belanda membubarkan VOC pada tanggal 31 Desember 1799, dan setelah itu Indonesia langsung dibawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda

PEMERINTAHAN BELANDA DI INDONESIA
Setelah VOC dibubarkan muncul 2 pandangan mengenai model pemerintahan di Indonesia yaitu:
a. golongan konservatif : menginginkan model pemerintahan seperti model VOC dengan alasan rakyat belum mengenal sistem ekonomi uang
b. golongan liberal : menginginkan sistem pemerintahan langsung dan menggunakan sistem pajak
Pertentangan ini akhirnya dimenangkan oleh golongan liberal, dan kemudian diangkatlah Herman Willem Daendels ( atas persetujuan Napoleon Bonaperte karena saat itu Belanda dikuasai Perancis) sebagai Gubernur Jendral di Indonesia. Tugas pokok Daendels di Indonesia adalah:
a. mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris
b. memperbaiki keadaan di tanah jajahan
Untuk menjalankan tugas tersebut Daendels bersikap keras dalam berbagai tindakannya, misalnya:
a. memberlakukan rodi/ kerja paksa
b. memerintahkan pembuatan jalan dari Anyer sampai Panarukan
c. membangun benteng-benteng pertahanan
d. meningkatkan jumlah prajurit/tentara
Tindakan-tindakan Daendels mengakibatkan munculnya kebencian dari raja-raja Jawa, dan karena hal ini dianggap membahayakan upaya mempertahankan Jawa dari serangan Inggris maka tahun 1811 Daendels dipanggil pulang ke Belanda (dipulangkan), dan sebagai gantinya diangkatlah Jansen.
Pada masa pemerintahannya pasukan Inggris masuk serta menyerang, dan dengan mudah mengalahkan Pasukan Belanda sehingga memaksa Belanda menyerah tanpa syarat di daerah Tuntang. Penyerahan ini dikenal dengan Kapitulasi Tuntang yang berisi Belanda menyerahkan kekuasaan Indonesia kepada Inggris.

PEMERINTAHAN INGGRIS DI INDONESIA
Melalui Kapitulasi Tuntang dimulailah masa penjajahan Inggris di Indonesia, untuk menjalankan pemerintahan diangkatlah Thomas Stanford Rafles sebagai Letnan Gubernur Jendral. Sebagai seorang liberalis kebijakan Rafles lebih bersifat lunak ,misalnya:
a. menghapus rodi/kerja paksa
b. menghapus pelayaran hongi
c. menghapus penyerahan wajib hasil bumi
d. memperkenalkan sistem sewa tanah
e. memperkenalkan sistem ekonomi uang
f. mengurangi kekuasaan para bangsawan pribumi (defeodalisasi)
Pemerintahan Rafles di Indonesia dapat dikatakan gagal, penyebab utama kegagalannya adalah rakyat belum mengenal sistem ekonomi uang. Meskipun demikian ada hal penting yang terjadi dalam masa pemerintahannya di Indonesia yaitu:
1. Rafles berhasil menyusun buku History of Java
2. ditemukan bunga Raflesia (bunga bangkai)

KEMBALINYA KEKUASAAN INDONESIA KE TANGAN BELANDA
Kekalahan Perancis dalam Perang Koalisi di Eropa mendorong munculnya tuntutan agar keadaan di Eropa dikembalikan sama seperti sebelum terjadinya Revolusi Perancis( termasuk batas-batas negara dan daerah jajahan). Tahun 1814 diadakanlah Kongres Wina dengan tujuan:
a. mengembalikan keadaan di Eropa sama seperti sebelum terjadi Revolusi Perancis
b. mengadili Perancis
Berdasarkan keputusan Kongres Wina maka tahun 1814 diadakanlah Perundingan antara Inggris dengan Belanda yang dikenal dengan Perjanjian London yang berisi:
a. Inggris menyerahkan Indonesia ke tangan Belanda
b. Inggris mendapat daerah Tanjung Harapan dan Sailan( dari Belanda)
Setelah kembali berkuasa di Indonesia Belanda kemudian menempatkan tiga orang Komisaris Jendral di Indonesia yaitu Elout,Buyskes, dan van der Capellen (1816-1819). Periode 1819-1826 van der Capellen diangkat sebagai Gubernur Jendral, tahun 1826 digantikan oleh du Bus de Gisignes sampai tahun 1830.

SISTEM TANAM PAKSA/ CULTUUR STELSEL(1830-1870)
Latarbelakang: kas pemerintah Belanda mengalami defisit akibat banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk mengatasi pemberontakan Belgia dan banyaknya perlawanan rakyat di Indonesia ( misalnya Perang Diponegoro).
Untuk menyelamatkan negeri Belanda dari kebangkrutan van den Bosch mengusulkan agar Indonesia dijadikan sebagai lahan penanaman tanaman perdagangan ( kopi,tebu,nila,kayumanis,tembakau) yang laku keras di Eropa. Kemudian van den Bosch diangkat sebagai Gubernur Jendral di Indonesia denagn tugas utama mengisi kekosongan kas negara. Untuk menjalankan tugasnya Daendels membuat peraturan-peraturan pelaksanaan, yang dalam pelaksanaannya banyak mengalami penyimpangan. Beberapa ketentuan/peraturan dan pelaksanaan tanam paksa:

Peraturan Pelaksanaan
1. rakyat menyediakan 1/5 tanahnya 1. tanah rakyat diminta lebih dari 1/5
2. tanah yang disediakan bebas dari pajak 2. tanah tetap dikenakan pajak
3. kegagalan panen ditanggung pemerintah 3. kegagalan penen ditanggung rakyat/petani
4. hasil panen diserahkan ke pemerintah dan 4. hasil panen diserahkan kepada pemerintah ,
kelebihannya dikembalikan kepada rakyat tetapi kelebihannya tidak dikembalikan
5. waktu untuk menanam tanaman perdagangan 5. waktu untuk menanam tanaman perdagangan
tidak boleh melebihi waktu menanam padi melebihi waktu untuk menanam padi
Penyebab terjadinya penyimpangan:

a. refeodalisasi
b. cultuur procenten
c. ingin kas cepat terisi

Akibat-akibat Cultuur Stelsel al:

1. terjadi bencana kelaparan
2. muncul wabah penyakit
3. angka kematian meningkat
4. lahan pertanian banyak yang terlantar

Pelaksanaan Cultuur Stelsel bagi pemerintah Belanda sangat menguntungkan (ingat Batiq Slot), tetapi bagi rakyat Indonesia justru sangat merugikan, menyengsarakan rakyat, sehingga kemudian muncullah banyak kritikan. Misalnya dari Baron van Hoevel dan Eduard Douwess Dekker yang memberikan keterangan penyimpangan Cultuur Stelsel di Indonesia.

POLITIK KOLONIAL LIBERAL (1870-1900)
Latarbelakang:
a. kemenangan golongan liberal dalam perlemen di Belanda
b. munculnya banyak kritikan terhadap pelaksanaan Cultuur Stelsel ( yang mengakibatkan kesejahteraan \rakyat merosot)
Dengan demikian politik kolonial liberal dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat ( dengan memberi kebebasan rakyat dalam berusaha)
Melalui politik kolonial liberal ini pemerintah tidak campur tangan dalam urusan ekonomi rakyat,tugas pemerintah hanya mengatur ,menyiapkan situasi kondisi agar setiap rakyat dapat menjalankan hak dan kewajibannya.
Pelaksanaannya ditandai dengan diberlakukannya Undang -Undang Agraria 1870 yang membagi tanah menjadi 2 yaitu:
a. tanah milik negara, tanah ini dapat disewa selama 75 tahun
b. tanah milik penduduk pribumi, tanah ini dapat disewa selama 5 tahun
Pembagian jenis tanah ini dimaksudkan :
1. agar para pengusaha asing dapat menanamkam modalnya/ membuka usahanya di Indonesia
2. melindungi para petani atas hak milik tanahnya

Setelah ini modal asing mengalir begitu gencar ke Indonesia sehingga kemudian dikenal dengan Politik PintuTerbuka .
Namun dalam kenyataannya kesejahteraan rakyat justru semakin merosot,rakyat tidak mampu bersaing dengan penanam modal asing yang lebih besar,sehingga bangkrut dan kesejahteraannya semakin merosot.Kemudian muncullah kritikan dari C. Th. Van Deventer bahwa sebagai bangsa yang beradab Belanda mesti membalas kebaikan rakyat Indonesia karena kemakmuran yang mereka dapatkan karena penderitaan rakyat Indonesia .Van Deventer mengusulkan tiga hal sebagai sarana untuk mewujudkannya yaitu:

a. Edukasi
b. Irigasi
c. Emigrasi (Transmigrasi)

Gagasan dari van Deventer ini kemudian diterima oleh parlemen dan Ratu Belanda ,yang kemudian menjadi dasar diberlakukannya Politik Kolonial Etika /Politik Etis.
Namun dalam pelaksanaaannya politik ini tetap mengutamakan kepentingan pemerintah kolonial Belanda sehingga gagal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Akibat kolonialisme -Imperialisme di Indonesia
a. Bidang politik:
1. berkurangnya kekuasaan bangsawan pribumi/penguasa tradisional (akibat Defeodalisasi),
2. munculnya perlawanan rakyat di berbagai daerah,
3. dihapuskannya kerajaan/pemerintahan, misal Banten, dan Cirebon,
4. adanya campurtangan penjajah dalam urusan intern kerajaan
5. adanya ketergantungan penguasa pribumi kepada penjajah(akibat Refeodalisasi)
6. masuknya paham-paham baru dalam masyarakat( Liberalisme,Kapitalisme)
7. munculnya nasionalisme Indonesia
8. nasib rakyat ditentukan oleh penjajah
b. Bidang Ekonomi
1. merosotnya tingkat kesejahteraan rakyat,
2. hilangnya mata pencaharian penduduk akibat monopoli,
3. berkurangnya pendapatan bangsawan pribumi akibat defeodalisasi,
4. rakyat mengenal jenis-jenis tanaman perdagangan
5. rakyat mengenal sistem ekonomi uang
6. hasil-hasil alam indonesia dieksploitasi oleh penjajah
c. Bidang Sosial
1. sebagian kecil masyarakat meningkat status sosialnya (yang berpihak pada penjajah),
2. munculnya golongan buruh dan kuli,
3. lahan pertanian penduduk semakin sempit,
4. merosotnya derajat/martabat rakyat Indonesia ( akibat pembedaan warna kulit)
5. terjadinya pembauran dengan adanya orang Indo
6. rakyat dapat ‘ menikmati/menggunakan’ fasilitas yang dibangun oleh penjajah( jalan,jembatan,rumahsakit,sekolah )
d. Bidang Budaya
1. masuknya budaya Barat ke Indonesia,misalnya bahasa, pakaian,cara pergaulan,gaya hidup,
2. memudarnya /lunturnya nilai -nilai kehidupan/tradisi kehidupan masyarakat kraton,
3. timbulnya kecemasan dikalangan ulama akibat masuknya budaya Barat
4. masuknya agama Kristen/katolik ke Indonesia

mrday49

Posted 22 Januari 2015 by mrday49 in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: