KONDISI GEOGRAFIS MALANG RAYA   Leave a comment

MATERTI TAMBAHAN PK 2

KONDISI GEOGRAFIS MALANG RAYA
A. KABUPATEN MALANG
Kabupaten Malang adalah salah satu Kabupaten di Indonesia yang terletak di Propinsi Jawa Timur dan merupakan Kabupaten yang terluas kedua wilayahnya setelah Kabupaten Banyuwangi dari 38 Kabupaten/ Kota yang ada di Jawa Timur. Hal ini didukung dengan luas wilayahnya 3.534,86 km² atau sama dengan 353.486 ha dan jumlah penduduknya 2.446.218 jiwa (tahun 2010). Kabupaten Malang juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan potensi diantaranya dari pertanian, perkebunan, tanaman obat keluarga dan lain sebagainya. Disamping itu juga dikenal dengan obyek-obyek wisatanya.

LETAK GEOGRAFIS
Letak
Kabupaten Malang terletak pada 112o17`10,90“ sampai 112o57`00“ Bujur Timur, 7o44`55,11“ sampai 8o26`35,45“ Lintang Selatan
Batas
Utara Kab. Pasuruan dan Kab. Mojokerto
Timur Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang
Barat Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri
Selatan Samudra Indonesia

Fisik Geografis
Geologi
Kabupaten Daerah Tingkat II Malang merupakan Daerah Dataran Tinggi,Wilayah ini dipagari oleh :
Utara Gunung Anjasmoro (2.277m) dan Gunung Arjuno (3.399 m)
Timur Gunung Bromo (2.392m) dan Gunung Semeru (3.676m)
Barat Gunung Kelud (1.731m)
Selatan Pegunungan Kapur (650m) dan Gunung Kawi (2.625m)
Topografi
Daerah dataran rendah terletak pada ketinggian 250-500m diatas permukaan air laut
Daerah Dataran Tinggi
Daerah Perbukitan Kapur
Daerah Lereng Gunung Kawi-Arjuno (500-3300m diatas permukaan air laut – dpal)
Daerah Lereng Tengger-Semeru di Bagian Timur (500-3600m dpal)
Fisiografi
Kondisi lahan di Kabupaten Malang bagian utara relatif subur, sementara di sebelah selatan relatif kurang subur. Masyarakat Kabupaten Malang umumnya bertani, terutama yang tinggal di wilayah pedesaan Sebagian lainnya telah berkembang sebagai masyarakat industri

Hidrologi
Sungai-sungai yang mengalir mempunyai pengaruh yang besar bagi perekonomian yang agraris yaitu :
Kali Brantas Bermata air di Dk. Sumber Brantas, Desa Tulungrejo (Batu), membelah Kabupaten Malang menjadi dua dan di wilayah ini berakhir di Bendungan Karangkates
Kali Konto Mengalir melintasi wilayah Kecamatan Pujon dan Ngantang dan berakhir di Bendungan Selorejo (Ngantang).
Kali Lesti Mengalir di bagian timur, wilayah Kecamatan Turen, Dampit dan sekitarnya. Disamping puluhan anak sungai yang mempunyai arti penting.
Kali Amprong Mengalir di bagian Timur, wilayah Kecamatan Poncokusumo dan Tumpang.

Jenis Tanah
Latosol
Andosol
Mediteran
Litosol
Alluvial
Regosol
Brown
B. MALANG KOTA
Geografi
Kota Malang berada pada iklim yang cukup sejuk dan terletak pada ketinggian antara 429 – 667 meter diatas permukaan air laut. 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan dikelilingi gunung-gunung:
• Gunung Arjuno di sebelah Utara
• Gunung Semeru di sebelah Timur
• Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat
• Gunung Kelud di sebelah Selatan
Keadaan Geologi
Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :
• Bagian selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas, cocok untuk industri
• Bagian utara merupakan dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
• Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang subur
• Bagian barat merupakan dataran tinggi yang amat luas menjadi daerah pendidikan
Iklim
Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2006 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,2 °C – 24,5 °C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3 °C dan suhu minimum 17,8 °C . Rata kelembaban udara berkisar 74% – 82%. dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Desember. Sedangkan pada bulan Juni, Agustus, dan Nopember curah hujan relatif rendah.
Pembagian administratif
Kota Malang terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:
1. Kedungkandang
2. Sukun
3. Klojen
4. Blimbing
5. Lowokwaru

KOTA MALANG
KEADAAN GEOGRAFI

Kota Malang yang terletak pada ketinggian antara 440 – 667 meter diatas permukaan air laut, merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur karena potensi alam dan iklim yang dimiliki. Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Malang secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut :
• Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang
• Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
• Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
• Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Serta dikelilingi gunung-gunung :
• Gunung Arjuno di sebelah Utara
• Gunung Semeru di sebelah Timur
• Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat
• Gunung Kelud di sebelah Selatan
IKLIM
• Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2008 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,7°C – 25,1°C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,7°C dan suhu minimum 18,4°C . Rata kelembaban udara berkisar 79% – 86%. Dengan kelembaban maksimum 99% dan minimum mencapai 40%. Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso Curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Pebruari, Nopember, Desember. Sedangkan pada bulan Juni dan September Curah hujan relatif rendah. Kecepatan angin maksimum terjadi di bulan Mei, September, dan Juli.
KEADAAN GEOLOGI

Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :
• Bagian selatan termasuk dataran tinggi yang cukup luas,cocok untuk industri .
• Bagian utara termasuk dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
• Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang kurang subur
• Bagian barat merupakan dataran tinggi yangf amat luas menjadi daerah pendidikan
JENIS TANAH

Jenis tanah di wilayah Kota Malang ada 4 macam, antara lain :
• Alluvial kelabu kehitaman dengan luas 6,930,267 Ha.
• Mediteran coklat dengan luas 1.225.160 Ha.
• Asosiasi latosol coklat kemerahan grey coklat dengan luas 1.942.160 Ha.
• Asosiasi andosol coklat dan grey humus dengan luas 1.765,160 Ha
Struktur tanah pada umumnya relatif baik, akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah penggunaan jenis tanah andosol yang memiliki sifat peka erosi. Jenis tanah andosol ini terdapat di Kecamatan lowokwaru dengan relatif kemiringan sekitar 15 %.

C. KOTA BATU
Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pemekaran dari Kabupaten Malang yaitu dengan dasar hukum UU No. 11/2001 tertanggal 21 Juni 2001. Sebelumnya wilayah Kota Batu merupakan bagian dari Sub Satuan Wilayah Pengembangan 1 (SSWP 1) Malang Utara.
Geografis
Secara astronomis Kota Batu terletak pada posisi 112°17’10,90″ – 122°57’11″ Bujur Timur dan 7°44’55,11″ – 8°26’35,45 Lintang Selatan. Batas adminstratif wilayahnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Prigen, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan
Sebelah Timur : Kecamatan Karang Ploso dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang
Sebelah Selatan : Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar
Sebelah Barat : Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang
Administrasi dan Demografi
Secara administratif, Kota Batu dibagi menjadi 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji yang terinci dalam 20 Desa, 4 Kelurahan, 226 RW dan 1.059 RT. Luas wilayah Kota Batu 19.908,72 Ha (199,08 km²), yang meliputi Kecamatan Batu seluas 4.545,81 Ha (45,45 km²), Kecamatan Junrejo seluas 2.565,02 Ha (25,65 km²) dan Kecamatan Bumiaji seluas 12.797,89 Ha (127,97 km²). Jumlah penduduk Kota Batu pada tahun 2001 yaitu 168.155 jiwa dan 214.321 jiwa pada tahun 2011. Kepadatan penduduk Kota Batu mencapai 1076 jiwa/km².
Topografi
Kota Batu yang terletak 800 meter di atas permukaan air laut ini dikarunia keindahan alam yang memikat. Wilayah Kota Batu dibedakan menjadi enam kategori ketinggian yaitu mulai dari 600-3000 meter dari permukaan laut. Dari enam kategori tersebut wilayah yang paling luas berada pada ketinggian 1000-1500 meter dari permukaan laut yaitu seluas 6.493,64 ha. Kemiringan lahan (slope) di Kota Batu berdasarkan data dari peta kontur Bakosurtunal tahun 2001 diketahui bahwa sebagian besar wilayah Kota Batu mempunyai kemiringan sebesar 25-40 % dan kemiringan >40 %.
Gunung-gunung di sekitar Kota Batu adalah Gunung Panderman (2010 m), Gunung Welirang (3156 m), Gunung Arjuno (3339 m) dan masih banyak lagi lainnya. Keadaan topografi Kota Batu memiliki dua karasteristik yang berbeda. Karakteristik pertama yaitu bagian sebelah utara dan barat yang merupakan daerah ketinggian yang bergelombang dan berbukit. Kedua, yaitu daerah timur dan selatan merupakan daerah yang relatif datar meskipun berada pada ketinggian 800 – 3000 m dari permukaan laut.
Klimatologi
Dengan kondisi topografi pegunungan dan perbukitan tersebut menjadikan kota Batu terkenal sebagai daerah dingin. Kota Batu memiliki suhu minimum 18-24° C dan suhu maksimum 28-32° C dengan kelembaban udara sekitar 75 – 98 % dan curah hujan rata-rata 875 – 3000 mm per tahun. Temperatur rata-rata Kota Batu 21,5° C, dengan temperatur tertinggi 27,2° C dan terendah 14,9° C. Rata-rata kelembaban nisbi udara 86′ % dan kecepatan angin 10,73 km/jam. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Bumiaji sebesar 2471 mm dan hari hujan mencapai 134 hari. Karena keadaan tersebut, Kota Batu sangat cocok untuk pengembangan berbagai komoditi tanaman sub tropis pada tanaman holtikultura dan ternak.
Geologi
Dilihat dari keadaan geografi-nya, Kota Batu dapat dibagi menjadi 4 jenis tanah. Pertama jenis tanah Andosol, berupa lahan tanah yang paling subur meliputi Kecamatan Batu seluas 1.831,04 ha, Kecamatan Junrejo seluas 1.526,19 ha dan Kecamatan Bumiaji seluas 2.873,89 ha. Kedua jenis Kambisol, berupa jenis tanah yang cukup subur meliputi Kecamatan Batu seluas 889,31 ha, Kecamatan Junrejo 741,25 ha dan Kecamatan Bumiaji 1395,81 ha. Ketiga tanah alluvial, berupa tanah yang kurang subur dan mengandung kapur meliputi Kecamatan Batu seluas 239,86 ha, Kecamatan Junrejo 199,93 ha dan Kecamatan Bumiaji 376,48 ha. Dan yang terakhir jenis tanah Latosol meliputi Kecamatan Batu seluas 260,34 ha, Kecamatan Junrejo 217,00 ha dan Kecamatan Bumiaji 408,61 ha. Tanahnya berupa tanah mekanis yang banyak mengandung mineral yang berasal dari ledakan gunung berapi, sifat tanah semacam ini mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi.
Hidrologi
Ketersediaan air hujan dapat dihitung dari ketersediaan air sungai berdasarkan curah hujan. Ketersediaan air sungai diperoleh dari 5 sungai yang keseluruhannya bermuara pada Sungai Brantas. Ketersediaan sumber-sumber mata air yang cukup potensial, baik dikomsumsi oleh masyarakat Kota Batu sendiri maupun wilayah sekitar seperti Kota Malang.
Sumber: batukota.bps.go.id, wikipedia.go, pu.go.id

Posted 4 Desember 2014 by mrday49 in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: