SUPLEMEN MATERI SEJARAH KELAS II SEMESTER I   Leave a comment

SUPLEMEN MATERI SEJARAH KELAS II  SEMESTER I

 

            Upaya VOC untuk mengatasi masalah keuangan dengan memberlakukan Politik Eksploitasi Agraria tidak berhasil,sehingga membuat keuangan VOC semakin bangkrut, dan akhirnya tidak mampu membayar hutang kepada negara.

Hal –hal yang menyebabkan kemunduran VOC:

  1. daerah kekuasaannya terlalu luas (sehingga sulit mengawasi)
  2. banyak pegawainya  melakukan korupsi (tidak jujur)
  3. banyak pegawainya tidak cakap menjalankan tugas
  4. banyak perlawanan di berbagai daerah di Indonesia (sehingga banyak menguras biaya,sehingga VOC hutang kepada pemerintah)
  5. kalah bersaing dengan kongsi dagang lain (misalnya EIC milik Inggris,Compagnie des Indies milik Perancis)
  6. kemerosotan moral di kalangan penguasa (akibat sistem  monopoli , dan dalam pengumpulan hasil-hasil bumi dari penduduk pribumi

 

Kegagalan upaya memperbaiki VOC diatas mendorong pemerintah Belanda membunarkan VOC pada tanggal 31 Desember 1799, dan setelah itu iNdonesia langsung dibawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda

 

PEMERINTAHAN BELANDA DI INDONESIA

      Setelah VOC dibubarkan   muncul 2 pandangan mengenai model pemerintahan di Indonesia yaitu:

  1. a.      golongan konservatif : menginginkan model pemerintahan seperti model VOC dengan alasan rakyat belum mengenal sistem ekonomi uang
  2. b.     golongan liberal : menginginkan sistem pemerintahan langsung dan menggunakan sistem pajak

Pertentangan ini akhirnya dimenangkan oleh golongan liberal, dan kemudian diangkatlah Herman Willem  Daendels  ( atas persetujuan Napoleon Bonaperte karena saat itu Belanda dikuasai Perancis) sebagai Gubernur  Jendral di Indonesia. Tugas pokok Daendels di Indonesia adalah:

  1. a.      mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris
  2. b.     memperbaiki keadaan di tanah jajahan

Untuk menjalankan tugas tersebut Daendels bersikap keras  dalam berbagai tindakannya, misalnya:

  1. a.      memberlakukan rodi/ kerja paksa
  2. b.     memerintahkan pembuatan jalan dari Anyer sampai Panarukan
  3. c.      membangun benteng-benteng pertahanan
  4. d.     meningkatkan jumlah prajurit/tentara

Tindakan-tindakan Daendels mengakibatkan munculnya kebencian dari  raja-raja Jawa, dan karena hal ini dianggap membahayakan upaya mempertahankan Jawa dari serangan Inggris  maka tahun 1811 Daendels dipanggil pulang ke Belanda (dipulangkan), dan sebagai gantinya diangkatlah Jansen.

Pada masa pemerintahannya pasukan Inggris masuk serta menyerang, dan dengan mudah mengalahkan Pasukan Belanda sehingga memaksa Belanda menyerah tanpa syarat di daerah Tuntang. Penyerahan ini dikenal dengan Kapitulasi Tuntang yang berisi Belanda menyerahkan kekuasaan Indonesia kepada Inggris.

 

PEMERINTAHAN INGGRIS DI INDONESIA

Melalui Kapitulasi Tuntang dimulailah masa penjajahan Inggris di Indonesia, untuk menjalankan pemerintahan diangkatlah Thomas Stanford Rafles sebagai  Letnan Gubernur Jendral. Sebagai seorang liberalis kebijakan  Rafles lebih  bersifat lunak ,misalnya:

  1. a.      menghapus rodi/kerja paksa
  2. b.     menghapus pelayaran hongi
  3. c.      menghapus penyerahan wajib hasil bumi
  4. d.     memperkenalkan sistem sewa tanah
  5. e.      memperkenalkan sistem ekonomi uang
  6. f.      mengurangi kekuasaan para bangsawan pribumi (defeodalisasi)

Pemerintahan Rafles di Indonesia dapat dikatakan gagal, penyebab utama kegagalannya adalah rakyat belum mengenal sistem ekonomi uang. Meskipun demikian ada hal penting yang terjadi dalam masa pemerintahannya di Indonesia yaitu:

  1. 1.     Rafles berhasil menyusun buku History of Java
  2. 2.     ditemukan bunga Raflesia (bunga bangkai)

 

 

 

 

 

KEMBALINYA KEKUASAAN INDONESIA KE TANGAN BELANDA

      Kekalahan Perancis dalam Perang Koalisi di Eropa mendorong munculnya tuntutan agar keadaan di Eropa dikembalikan sama seperti sebelum terjadinya Revolusi Perancis( termasuk batas-batas negara dan daerah jajahan). Tahun 1814 diadakanlah Kongres Wina dengan tujuan:

  1. a.      mengembalikan keadaan di Eropa sama seperti sebelum terjadi Revolusi Perancis
  2. b.     mengadili Perancis

Berdasarkan keputusan  Kongres Wina maka tahun 1814 diadakanlah Perundingan antara Inggris dengan Belanda yang dikenal dengan Perjanjian London yang berisi:

  1. a.      Inggris menyerahkan  Indonesia ke tangan Belanda
  2. b.     Inggris mendapat daerah Tanjung Harapan dan Sailan( dari Belanda)

Setelah kembali berkuasa di Indonesia Belanda kemudian menempatkan tiga orang Komisaris Jendral di Indonesia  yaitu Elout,Buyskes, dan van der Capellen (1816-1819). Periode 1819-1826 van der Capellen diangkat sebagai Gubernur Jendral, tahun 1826 digantikan oleh du Bus de Gisignes sampai tahun 1830.

 

SISTEM TANAM PAKSA/ CULTUUR STELSEL(1830-1870)

Latarbelakang: kas pemerintah Belanda mengalami defisit akibat banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk mengatasi pemberontakan Belgia dan banyaknya perlawanan rakyat di Indonesia ( misalnya Perang Diponegoro).

Untuk menyelamatkan negeri Belanda dari kebangkrutan van den Bosch mengusulkan agar  Indonesia dijadikan sebagai lahan penanaman tanaman perdagangan ( kopi,tebu,nila,kayumanis,tembakau) yang laku keras di Eropa. Kemudian van den Bosch  diangkat sebagai Gubernur Jendral  di Indonesia denagn tugas utama mengisi kekosongan kas negara. Untuk menjalankan tugasnya Daendels membuat peraturan-peraturan pelaksanaan, yang dalam pelaksanaannya  banyak mengalami penyimpangan. Beberapa ketentuan/peraturan dan pelaksanaan tanam paksa:

 

Peraturan

Pelaksanaan

1. rakyat menyediakan 1/5 tanahnya

1. tanah rakyat diminta lebih dari 1/5

2. tanah yang disediakan bebas dari pajak

2. tanah tetap dikenakan pajak

3. kegagalan panen ditanggung pemerintah

3. kegagalan penen ditanggung rakyat/petani

4. hasil panen diserahkan ke pemerintah dan

4. hasil panen diserahkan kepada pemerintah ,

    kelebihannya dikembalikan kepada rakyat

    tetapi kelebihannya tidak dikembalikan

5. waktu untuk menanam tanaman perdagangan

5. waktu untuk menanam tanaman perdagangan

    tidak boleh melebihi waktu  menanam padi

     melebihi waktu untuk menanam padi

Penyebab terjadinya penyimpangan:

 

  1. refeodalisasi
  2. cultuur procenten
  3. ingin kas cepat terisi

 

 

Akibat-akibat Cultuur Stelsel al:

 

  1. terjadi bencana kelaparan
  2. muncul wabah penyakit
  3. angka kematian meningkat
  4. lahan pertanian banyak yang terlantar

 

Pelaksanaan Cultuur Stelsel bagi pemerintah Belanda sangat menguntungkan (ingat Batiq Slot), tetapi bagi rakyat Indonesia justru sangat merugikan, menyengsarakan rakyat, sehingga kemudian  muncullah banyak kritikan. Misalnya dari Baron van Hoevel dan Eduard Douwess Dekker yang memberikan keterangan penyimpangan Cultuur Stelsel di Indonesia.

 

POLITIK KOLONIAL LIBERAL (1870-1900)

Latarbelakang:

  1. a.      kemenangan golongan liberal dalam perlemen di Belanda
  2. b.     munculnya banyak kritikan terhadap pelaksanaan Cultuur Stelsel ( yang mengakibatkan kesejahteraan \rakyat merosot)

Dengan demikian politik kolonial liberal dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat ( dengan memberi kebebasan rakyat dalam berusaha)

Melalui politik kolonial liberal ini pemerintah tidak campur tangan dalam urusan ekonomi rakyat,tugas pemerintah hanya mengatur ,menyiapkan situasi kondisi agar setiap rakyat dapat menjalankan hak dan kewajibannya.

Pelaksanaannya ditandai dengan diberlakukannya Undang -Undang Agraria 1870  yang membagi tanah menjadi 2 yaitu:

  1. a.      tanah milik negara,  tanah ini dapat  disewa selama 75 tahun
  2. b.     tanah milik penduduk pribumi, tanah ini dapat disewa selama 5 tahun

Pembagian jenis tanah ini dimaksudkan :

  1. agar para pengusaha asing dapat menanamkam modalnya/ membuka usahanya di Indonesia
  2. melindungi  para petani atas hak milik tanahnya

 Setelah ini modal asing mengalir begitu gencar ke Indonesia sehingga kemudian dikenal dengan Politik PintuTerbuka .

Namun dalam kenyataannya kesejahteraan rakyat justru semakin merosot,rakyat tidak mampu bersaing dengan penanam modal asing yang lebih besar,sehingga bangkrut dan kesejahteraannya semakin merosot.Kemudian muncullah kritikan dari C. Th. Van Deventer bahwa sebagai bangsa yang beradab Belanda mesti membalas kebaikan rakyat Indonesia karena kemakmuran yang mereka dapatkan karena penderitaan rakyat Indonesia .Van Deventer mengusulkan tiga hal sebagai sarana untuk mewujudkannya yaitu:

  1. a.      Edukasi
  2. b.      Irigasi
  3. c.       Emigrasi (Transmigrasi)

 Gagasan dari van Deventer ini kemudian diterima oleh parlemen dan Ratu Belanda ,yang kemudian menjadi dasar diberlakukannya Politik Kolonial Etika /Politik Etis.

Namun dalam pelaksanaaannya politik ini tetap mengutamakan kepentingan pemerintah kolonial Belanda sehingga gagal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

 

Akibat kolonialisme -Imperialisme di Indonesia

  1. a.       Bidang politik:
    1. berkurangnya kekuasaan bangsawan pribumi/penguasa tradisional (akibat Defeodalisasi),
    2. munculnya perlawanan rakyat di berbagai daerah,
    3. dihapuskannya kerajaan/pemerintahan, misal Banten, dan Cirebon,
    4. adanya campurtangan penjajah dalam urusan intern kerajaan
    5. adanya ketergantungan penguasa pribumi kepada penjajah(akibat Refeodalisasi)
    6. masuknya paham-paham baru dalam masyarakat( Liberalisme,Kapitalisme)
    7. munculnya nasionalisme Indonesia
    8. nasib rakyat ditentukan oleh penjajah
  2. b.       Bidang Ekonomi
    1. merosotnya tingkat kesejahteraan rakyat,
    2. hilangnya mata pencaharian penduduk akibat monopoli,
    3. berkurangnya pendapatan bangsawan pribumi akibat  defeodalisasi,
    4. rakyat mengenal  jenis-jenis tanaman perdagangan
    5. rakyat mengenal sistem ekonomi uang
    6. hasil-hasil alam indonesia dieksploitasi oleh penjajah
  3. c.       Bidang Sosial
    1. sebagian kecil masyarakat meningkat status sosialnya (yang berpihak pada penjajah),
    2. munculnya golongan buruh dan kuli,
    3. lahan pertanian penduduk semakin sempit,
    4. merosotnya derajat/martabat rakyat Indonesia ( akibat pembedaan warna kulit)
    5. terjadinya pembauran dengan adanya  orang Indo
    6. rakyat dapat ‘ menikmati/menggunakan’ fasilitas yang dibangun oleh penjajah( jalan,jembatan,rumahsakit,sekolah )
  4. d.       Bidang Budaya
    1. masuknya budaya Barat ke Indonesia,misalnya bahasa, pakaian,cara pergaulan,gaya hidup,
    2. memudarnya /lunturnya nilai -nilai kehidupan/tradisi kehidupan masyarakat kraton,
    3. 3.      timbulnya kecemasan dikalangan ulama akibat masuknya budaya Barat
    4. 4.      masuknya agama Kristen/katolik ke Indonesia

 

 

Posted 6 Desember 2013 by mrday49 in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: