PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   Leave a comment

PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

 


Aspek/Faktor pendorong Jepang ingin menguasai Indonesia:

  1. politik/ideologi: menurut doktrin  Hakko Ichi U( ajaran dari Shintoisme: Delapan Benang di bawah Satu Atap) Indonesia termasuk wilayah yang menjadi hak/kekuasaan Jepang
  2. ekonomi: Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam yang sangat dibutuhkan Jepang ( terutama minyak bumi)
  3. sosial -budaya:
    1. Kepadatan penduduk Jepang dan besarnya jumlah penduduk Indonesia ( sebagai tenaga cadangan perang )
    2. Menurut penelitian para Anthropolog Jepang ( thn 1930-an) bangsa Jepang dengan bangsa Indonesia serumpun.

 

      Upaya Jepang untuk mendapatkan  SDA Indonesia sudah dilakukan sejak Indonesia dikuasai Belanda dengan mengirimkan delegasi yang dipimpin Kobayashi Ichiro (misi I) dan Yoshizawa Kenkichi( misi II) , tetapi upaya ini gagal sehingga Jepang menggunakan jalan kekerasan yaitu Perang ( masuknya Jepang ke Indonesia tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II).

 

Masuknya Jepang ke Indonesia dapat dikatakan mudah meskipun  di Asia Pasifik sudah ada kerjasama militer ( front ABCD), hal ini  disebabkan karena:

  1. kuat dan  besarnya pasukan militer Jepang
  2. kerjasama front ABCD lemah (tidak ada latihan bersama)
  3. negara lain ( dalam Front ABCD) tidak respek terhadap Belanda
  4. mereka disibukkan dengan upaya menghadapi Jepang di daerah jajahannya

 

Penjajahan Jepang di Indonesia  diawali dengan Kapitulasi Kalijati, 8 Maret 1942. Melalui Kapitulasi Kalijati Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang, dan menyerahkan kekuasaan atas Indonesia kepada Jepang melalui penyerahan secara militer  Letjend Ter Poorten  (Belanda) kepada Letjend Hitoshi Imamura (Jepang).

 

Pada awalnya  ada perbedaan reaksi rakyat Indonesia menyambut kedatangan Jepang,misalnya:

  1. menyambut gembira
  2. tenang-tenang saja
  3. tidak respek

 

Penjajahan Jepang di Indonesia pun juga bercorak militer dan Jepang  juga melaksanakan Politik Devide Et  Impera ( memecah belah dan menguasai). Hal tersebut dibuktikan dengan membagi Indonesia menjadi tiga daerah kekuasaan yaitu:

  1. Jawa  dan Madura dengan pusat di Batavia(Jakarta) dikuasai oleh Angkatan Darat(Rikugun),
  2. Sumatera dengan pusat di Bukittinggi dikuasai oleh Angkatan Darat(Rikugun)
  3. Kalimantan,Sulawesi,Maluku,NusaTenggara, dan Irian ,serta pulau-pulau lain dengan pusat di  Ujungpandang (Makasar) dikuasai oleh Angkatan Laut (Kaigun)

 

Upaya Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia

A. Sebelum keluarnya peraturan yang melarang adanya keg.politik ( sebelum 20 Maret 1942)

  1. mengaku sebagai saudara tua bangsa Indonesia
  2. mengatakan kedatangannya untuk membebaskan Indoensia dari penjajahan Belanda (Sekutu)
  3. mengijinkan dikibarkannya lagu Indonesia Raya
  4. mengijinkan dikibarkannya bendera Merah Putih

 

Upaya ini dilakukan karena Jepang masih sibuk menata dan mengatur pemerintahannya di Indonesia,namun begitu siap Jepang lalu melakukan tindakan seperti:

  1. melarang semua kegiatan politik, perkumpulan politik
  2. membubarkan semua organisasi pada masa penjajahan Belanda

 

B. Setelah ada peraturan yang  melarang kegiatan politik (setelah 20 Maret 1942)

  1. menghidupkan kembali MIAI 13 Juli 1942 yang kemudian diganti dengan Masyumi
  2. mengijinkan didirikannya perkumpulan yang bersifat hiburan( untuk pesiar,bersenang2, drama)
  3. membebaskan tokoh-tokoh politik dari tahanan pem. Belanda
  4. mengijinkan didirikannya Org.Pemuda AsiaRaya
  5. mempropagandakan Gerakan Tiga A
  6. Merangkul tokoh-tokoh pergerakan dalam pemerintahan
  7. mengijinkan penggunaan bahasa Indonesia

 

Eksploitasi SDA ,SDM, dan potensi ekonomi oleh Jepang

Untuk menunjang kepentingannya dalam Perang Asia Timur Raya  pemerintah Jepang di Indonesia  memanfaatkan semua potensi yang ada untuk mendukung perangnya . Dalihnya semakin banyak bantuan diberikan semakin cepat kemenangan Jepang sehingga  semakin  cepat pula Jepang  dapat memakmurkan bangsa Indonesia .Berikut ini beberapa contoh eksploitasi  yang dilakukan Jepang  ketika menjajah Indonesia.

  1. a.      SDA:
  2. melarang adanya penambangan oleh penduduk( penambangan dimonopoli oleh pem. Jepang),
  3. hutan,perkebunan yang tidak berhubungan kepentingan perang ditutup/direhabilitasi,
  4. hasil-hasil alam Indonesia dibawa ke Jepang (untuk keperluan melawan Sekutu)
  5. SDM:
  6. memberlakukan Romusha
  7. membentuk badan –badan militer dan semi militer:      Peta,Heiho,Seinendan,Keibodan
  8. membentuk Jawa Hokokai
  9. rakyat diwajibkan mengurusi penanaman pohon jarak
  10. para wanita banyak dijadikan sebagai Jugun Ianfu(budak pemuas nafsu tentara Jepang)
  11. c.       Potensi Ekonomi:
  12. rakyat harus menyerahkan sebagian besar hasil panennya (60 %0 untuk  pem.Jepang, 40 % untuk rakyat)
  13. rakyat dipaksa menyerahkan harta kekayaannya : uang,perhiasan,ternak, hasil panen)
  14. perusahaan2  peninggalan Sekutu (Belanda ) disita oleh Pem. Jepang terutama perusahaan-perusahaan yang vital seperti pertambangan,listrik,telekomunikasi, dan transportasi)

 

Strategi kaum pergerakan pada masa penjajahan Jepang

  1. Jalan legal ( resmi/kooperatif) yaitu dengan memanfaatkan organisasi yang dibentuk Jepang, misalnya melalui Putera,Peta , Gerakan Tiga A, tokohnya al: Soekarno,Hatta,KH Dewantara,KH .Mas Mansyur
  2. Jalan ilegal (tidak resmi/nonkooperatif/gerakan bawah tanah) yaitu dengan membentuk organisasi /kelompok secara diam-diam ,seperti:
  3. Kelompok Amir Syarifuddin
  4. Kelompok Sutan Syahrir
  5. Kelompok Sukarni
  6. Kelompok Ahmad Soebardjo(Kaigun)
  7. Perjuangan bersenjata/pemberontakan, hal ini dilakukan bukan saja karena tidak tahan terhadap penderitaan rakyat Indonesia (sebab umum), tetapi juga karena tersinggung dengan perintah /sikap Jepang melalui Seikeirei (menghormat kepada Kaisar dalam posisi 90  derajat dengan menghadap ke Timur).Hal ini terjadi terutama di kalangan  umat Islam,karena tindakan tersebut merupakan penghinaan /pelecehan terhadap umat Islam.

Pemberontakan yang dilakukan  al:

  1. Pemberontakan rakyat Aceh 1942 dipimpim Tengku Abdul Jalil di Tjot Plieng, dan tahun 1944 di Meureu          dipimpin Tengku Hamid
  2. Pemberontakan rakyat Jawa Barat dipimpin KH          ZainalMustafa,
  3. Pemberontakan tentara Peta diimpin Supriyadi di Blitar          Jawa  Timur
  4. Pemberontakan rakyat di Biak tahun 1943
  5. A.     Bidang Politik:
  6. pergerakan nasional menjadi lesu/lemah (dibanding    masa penj. Belanda)
  7. tokoh 2 pergerakan mendapat latihan menjalankan     birokrasi pemerintahan
  8. meningkatnya semangat nasionalisme(patriotisme)
  9. meningkatnya semangat anti bangsa Barat

 

Dampak penjajahan Jepang bagi rakyat Indonesia dalam berbagai bidang:

Hal tersebut muncul sebagai dampak dari kebijakan Jepang:

  1. melarang  adanya kegiatan politik dan membubarkan             semua organisasi politik yang ada
  2. tokoh-tokoh nasional diajak bekerjasama untuk          menjalankan pemerintahan dengan Jepang
  3. Jepang menjalankan politik Japanisasi ( melalui Gerakan        Tiga A), dan menanamkan sikap anti Barat

 

B.   Bidang Sosial:

  1. Tidak adanya perbedaan kelas
  2. adanya  mobilitas  vertikal (ke atas) pada sebagian kecil         masyarakat
  3. kesejahteraan sosial masyarakat merosot
  4. banyak wabah pernyakit ( kulit, busung lapar,desentri dll)      dan angka kematian meningkat
  5. lahan petani tak terurus/terlantar

      Hal tersebut muncul sebagai dampak dari kebijakan          Jepang:

  1. menghapus diskriminasi dalam masyarakat
  2. memberlakukan romusha (eksploitasi SDM)
  3. C.     Bidang Ekonomi:

Rakyat sangat menderita,mereka kekurangan semua kebutuhan hidup,indikasinya:

  1. kekurangan bahan pangan(kelaparan),sehingga           terpaksa makan makanan yang tidak layak seperti:       keladi,ubi-ubian,bekicot,
  2. kekurangan bahan pakaian ,sehingga terpaksa             menggunakan pakaian  dari goni, karet mentah, bagor
  3. banyak masyarakat kurang gizi
  4. ekonomi Indonesia lumpuh, inflasi sangat tinggi

 

      Hal tersebut muncul sebagai dampak dari kebijakan Jepang:

  1. memberlakukan sistem autarki
  2. mengeksploitasi SDA dan potensi ekonomi

 

  1. d.      Bidang Budaya:
  2. rakyat mengenal budaya Jepang (        pakaian, bahasa,          perilaku)
  3. bahasa Indonesia berkembang pesat (akibat pelarangan          penggunaan  bahasa Belanda)
  4. kesenian (drama, sastra) menjadi lesu 

Hal tersebut muncul sebagai dampak dari kebijakan Jepang:

  1. melarang masuknya budaya Barat
  2. melakukan politik Japanisasi
  1. membentuk KEIMIN   BUNKA SHIDOSHO (lembaga sensor budaya)

           

UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

Latarbelakang: adanya KOISO DECLARATION  janji Jepang untuk memberi kemerdekaan kepada bangsa Indonesia( melalui Janji PM Koiso 7-9-1944)

Janji Koiso ini  dilatarbelakangi oleh semakin terdesaknya kedudukan Jepang dalam perang Dunia II,ditandai dengan banyaknya kekalahan Jepang dari Sekutu,misalnya di Guadal Canal,kep.Saipan,Laut Karang, serta adanya serangan Sekutu terhadap beberapa wilayah di Indonesia(  misalnya Irian).

 

Kebijakan Jepang di Indonesia tidak lepas dari kedudukannya dalam PD II,artinya ketika  kedudukan Jepang kuat (misalnya pada awal PD II) Jepang bersikap keras terhadap pergerakan Nasional a.l dengan membubarkan semua organisasi dan melakukan pelarangan thd penggunaan bendera dan bahasa Indonesia, tetapi ketika  kedudukan Jepang lemah ( misal pada pertengahan sampai akhir PD II) maka Jepang bersikap lunak thd bangsa Indonesia( untuk menarik simpati dan mendapat dukungan dari bangsa Indonesia), hal itu ditandai dengan diijinkannya kembali penggunaan bendera Merah Putih, Lagu Indonesia Raya, dan pemberian janji kemerdekaan kelak dikemudian hari.

 

BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai)

Latarbelakang:  kedudukan Jepang semakin terdesak dalam Perang Dunia II,sehingga pada tanggal  7 September 1944 pemerintah Jepang melalui Perdana Menteri Kuniaki Koiso menjanjikan akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia kelak dikemudian hari.Sesuai   dengan  janji Koiso ini maka  Letjend Kumakichi Harada kemudian  mengumumkan pembentukan  BPUPKI tgl. 1 Maret 1945.

 

Tugas dari lembaga ini : adalah menyelidiki dan mempelajari hal-hal  yang penting mengenai masalah tata pemerintahan untuk mempersiapkan Indonesia merdeka.

Tanggal  1 April 1945 diadakan pelantikan, dengan  jumlah anggota  69 .Tokoh-tokohnya al:

K.R.T.Rajiman Wedyodiningrat (Ketua), R.P Suroso (wakil ketua), Ichi Bangase Yosio (wakil ketua)

 Untuk menjalankan tugasnya BPUPKI mengadakan sidang :

  1. sidang I ( 29 Mei –1 Juni 1945)  secara khusus membahas dasar negara Indoensia. Dalam sidang ini muncul

pemikiran  dari Muh. Yamin , Mr. Soepomo, dan Ir.Soekarno.

  1. sidang II ( 10 –16 Juli 1945) yang secara khusus membahas rancangan UUD negara,rancangan perekonomian dan

keuangan, serta rancangan pembelaan tanah air.

 Dari kedua sidang ini dihasilkan:

  1. rumusan dasar negara ( Pancasila)
  2. rancangan UUD

Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan oleh pemerintah Jepang dengan alasan sudah selesai melaksanakan tugasnya,tetapi alasan yang sebenarnya adalah BPUPKI menolak campurtangan Jepang dan terlalu cepat mewujudkan kehendak Indonesia merdeka.

 

PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai)

Setelah BPUPKI dibubarkan maka sebagai gantinya tanggal 7 Agustus 1945 pemerintah Jepang membentuk PPKI.

Latar belakang : dibubarkannya BPUPKI

Tugas dari PPKI adalah mempersiapkan penyerahan kekuasaan  pemerintahan dari tangan  militer Jepang kepada bangsa Indonesia.Badan ini diketuai oleh Ir.Soekarno dan Moh. Hatta sebagai wakilnya ,jumlah anggotanya   27 (pada awalnya 21).

Tanggal 9 Agustus 1945 tokoh pemimpin PPKI dipanggil Marsekal Darat Terauchi  ke Dallat (Vietnam Selatan) untuk dilantik dan mendapatkan berita mengenai keputusan pemerintah  Kekaisaran Jepang untuk memberi kemerdekaan  kepada Indonesia.Ketika tokoh-tokoh ini kembali ke Jakarta , para pemuda yang sudah mendengar berita radio menyerahnya Jepang kepada Sekutu mendesak Soekarno-Hatta untuk segera melaksanakan proklamasi. Dengan demikian sampai Indonesia merdeka badan ini belum sempat mengadakan sidang.

 

 

Mr Day S 2013

 

Posted 6 Desember 2013 by mrday49 in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: