DUNIA PASCA PERANG DUNIA II   Leave a comment

BAB II
Perkembangan Tata Hubungan Dunia Setelah Perang Dunia II

1. Perubahan Politik dan ekonomi dunia setelah Perang Dunia II dan Perang Dingin
Berakhirnya Perang Dunia II yang ditandai dengan kemenangan negara-negara Sekutu terhadap negara-negara sentral , membawa akibat yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan baik bidang politik,ekonomi,dan sosial.
a. Dampak PD II dalam bidang Politik
1. munculnya Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara adikuasa (negara super power)
2. terjadinya Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur
3. banyak negara-negara yang memperoleh kemerdekaan,berakhirnya kolonialisme dan imperialisme
4. berkembangnya nasionalisme diberbagai kawasan
5. banyak negara terpecah belah
6. meluasnya pengaruh Uni Soviet sehingga komunisme tersebar luas baik di Asia maupun Eropa Timur

b. Dampak PD II dalam bidang Ekonomi
1. hancurnya perekonomian dunia
2. Amerika Serikat menjadi negara Kreditor melalui Marshall Plan,Doktrin Truman, dan Colombo Plan

c. Dampak PD II dalam bidang sosial
1. munculnya upaya untuk menciptakan perdamaian dunia
2. munculnya upaya untuk mencegah terjadinya kembali Perang Dunia

Secara khusus Perang Dunia II dalam bidang politik mengakibatkan terjadinya persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Mereka berusaha untuk menyebarkan pengaruh ideologi mereka ke berbagai negara,melalui beberapa cara. Persaingan antara Amerika SErikat dengan UNI SOviet dalam memperebutkan pengrruh di dunia setelah perang Dunia II dikenal dengan Perang Dingin.
Untuk menghadapi Uni Soviet Amerika melakukan beberapa tindakan di antaranya :
a. membentuk OAS yaitu organisai negra-negara di Amerika tahun 1948 yang beranggotakan negara-negara di benua Amerika kecuali Kuba, dan Kanada.
b. mendirikan NATO (North Atlantic Treaty Organozation) tahun 1949 yang dikenal dengan Pakta Pertahanan Atlantic Utara. Organisasi ini bersifat militer ,dengan anggota Amerika Serikat,Kanada,Inggrs, Jerman Barat,Italia, Turki,Belanda,Denmark, dan negra -negra ERopa Barat. lainnya
c. mendirikan ANZUS(Australia ,New Zealand,United States) tahun 1951,meskipunkemudian Selandia Baru keluar tahun 1968.
d. mendirikan SEATO (South East Asia Teaty Organization) tahun 1954 yang berpusat di Bangkok.
e. membentuk CENTO (Central Nations Treaty Organization) 1955 dengan pusat di Ankara ,dan beranggotakan Turki,Pakistan ,Iran,Inggris, dan Amerika Serikat.
Sementra itu Uni Soviet tidak mau ketinggalan , menyadari dirinya dikepung oleh Amerika dengan Sekutunya maka Uni Soviet kemudian membentuk Pakta Warsawa tahun 1955 yang berpusat di Polandia
. Organisasi ini secara khusus bergerak dalam bidang militer dengan tujuan:
1. mempersatukan negara komunis
2. memupuk kerjasama negra anggota dalam bidang militer
3. menghendaki persatuan Eropa Timur.
Negara-negara yang menjadi anggota Pakta Warsawa umumnya adalah negara-negara Eropa Timur.
Secara khusus ada beberapa perbedaan yang menyebabkan timbulnnya persauingan anta Amerika Serikat dengan Uni Soviet yaitu:

Amerika Serikat Bidang Uni Soviet
Liberalisme Ideologi Komunisme
Demokrasi Liberal Politik Demokrasi Totaliter/Proletariat
Ekonomi Liberal & Kapitalisme Ekonomi Etatisme
individualistis Sosial Komunistis
hak milik perorangan diakui

Perang Dingin yang merupakan situasi tegang antara dua negara atau lebih tetapi tidak diikuti dengan konflik senjata,khususnya antara Amerika Serikat dengan sekutunya di satu pihak dengan UNi Soviet dan sekutunya di lain pihak akhirnya menimbulkan akibat bagi negara-negara di dunia ini. Akibat Perang Dingin
antara Blok Barat dan Blok Timur antara lain:
1. Banyak negara terpecah belah
misalnya: a. Korea menjadi Korea Selatan dan Korea Utara
b. Jerman menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur
c. Vietnam menjadi Vietnam Utara dan Selatan
2. terjadi Perang Bintang ( Star War) ,antara lain ditandai oleh persaingan Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam upaya mencapai ruang angkasa. Misalnya: tahun 1957 Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik d yang kemudian ditandinginAmerika dengan meluncurkan Eksplorer I 1958,Eksplorer II,Discovery, dan Vanguard. Uni Soviet kemudian meluncurkan Lunik ke bulan yang membawa anjing , Amerika lalu meluncurkan Apollo XI dengan membawa manusia ke bulan. Akhirnya Mereka bersaing mendirikan stasiun ruang angkasa.
2. Perkembangan tatanan dunia ,hubungan Utara -Selatan, dan munculnya kecenderungan yang bersifat global dan regional.
a. Perkembangan Tatanan Dunia
Setelah terjadi perang Dunia II dan lebih-lebih karena adanya Perang Dingin antara Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dengan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet maka peta dunia mengalami perubahan dibandingkan dengan sebelum terjadi Perang Dunia II dan Perang Dingin. Kalau sebelum terjadi Perang Amerika dan sekutunya-sekutunya bersatu termasuk dengan Uni Soviet dalam menghadapi Blok Sentral yang beranggotakan Jerman dan , Jepang, maka setelah Perang Dunia II terjadi perubahan tatanan Dunia.
Secara khusus negara-negara terbagi dalam beberapa kekuatan atau kelompok yaitu:
1. Kelompok pertama adalah negara negara yang tergabung dalam Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat, misalnya Inggris,Perancis,Kanada, Jerman, Belgia,Italia,Denmark.
Selanjutnya A,merika Serikat berupaya untuk meluaskan pengaruhnya ke negara-negara di kawasan Eropa Barat, Timur tengah, dan Asia , terutama melalui bantuan-bantuan dan kerjasama dalam bidang ekonomi dan militer, agar negara-negara tersebut tidak menjadi sasaran Uni soviet melalui komunisnya yang mudah tumbuh subur di negara-negara -negara miskin.
2. Kelompok kedua adalah negara-negara yang tergabung dalam Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet,misalnya Polandia, Kuba, Yugoslavia, Rumania. Untuk meluaskan pengaruh ya Amerika banyak mencari pengaruh di negara-negara miskin, lemah,berkembang. Dengan kekuatan ideolog komunisnya Uni Soviet berupaya mencari simpati dari negara lain dengan menunjukkan penderitaan mereka sebagai akibat dari Kapitalisme seperti yang di anut oleh Amerika Serikat dengan sekutu-sekutunya,sehingga negara tersebut terpengaruh dan berpihak pada Uni Soviet.
3. Kelompok ketiga adalah negara -negara yang tidak termasuk ke dalam Blok Barat maupun Blok Timur,misalnya Indonesia, Jepang,Iran,Irak,Pilipina, Singapura, Malaysia.
b. Hubungan Utara-Selatan
Istilah hubungan Utara-Selatan secara lebih khususmenyangkut hubungan antara negara-negara maju,yang struktur ekonominya dalam tingkat industri ,dan mengalami kemakmuran yang umumnya terletak di belahan bumi utara dengan negara-negara berkembang yang dengan struktur ekonomi agraris dan tingkat kemakmurannya masih rendah yang umumnya terletak di belahan bumi selatan.Negara-negara maju terdiri atas 7 negara industri maju antara lain Amerika Serikat,Kanada,JepangInggris,Perancis, dan Jerman, sedangkan kelompok Selatan dikenal sebagai kelompok 77 dengan anggota mula-mula 77 negara , yang kemudian berkembang bahkan tahun 1980 sudah menjadi 100 negara.
Kelompok 77 berjuang untuk menghapus/merombak tatanan ekonomi lama yang hanya menguntungkan kelompok Utara, dengan demikian terjadi pemerataan dan keadilan ,serta kemakmuran.Terjadinya hubungan ini disebabkan negara-negara yang berada di kawasan Asia maupun Afrika banyak membutuhkan bantuan dari negara-negara maju setelah mereka lama menjadi kurban imperialisme yang dilakukan oleh bangsa Barat, sedangkan negara-negara maju terutama negara Eropa Barat membutuhkannya sebagai sarana untuk mencegah berkembangnya komunisme,sebab komunis akan tumbuh subur di negara-negara miskin. Beberapa upaya yang menunjukkan adanya hubungan Utara- Selatan antara lain dalam Sidang Majelis Umum PBB sejak tahun1975 negara-negara berkembang/Selatan mengusulkan dilaksanakannya Orde Ekonomi Internasional Baru (OEIB),perjuangan lain dilakukan melalui OPEC.
c. Kecenderungan yang bersifat global dan regional
Pertentangan antara blok Barat dengan blok Timur dalam Perang Dingin mengakibatkan munculnya kekhawatiran di banyak negara. Kekhawatiran itu kemudian memunculkan upaya dari negara-negara yang tidak tidak menjadi anggota aliansi yang dibentuk oleh Amerika Serikat dengan NATO maupun Uni Soviet
dengan Pakta Warsawa. Usaha -usaha untuk menghindarkan diri agar tidak menjadi kurban perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet antara lain dilakukan dengan:

1. Gerakan Non Blok
Gerakan Non Blok muncul sebagia upaya untuk menghindarkan diri agar tidak terseret ke salah satu blok yang ada, dan sebagai upaya untuk meredakan ketegangan dunia. Gerakan ini berawal dari diadakan Konferensi Asia-Afrika di Indonesia (Bandung) tahun 1955. Terbentuknya Gerakan Non Blok berdasar atas Dokumen Brioni, yamg merupakan kesepakatan antara Presiden Yugoslavia ( J.B Tito), Perdana Mentri India ( J.H Nehru), dan Presiden Mesir ( Gamal Abdul Nasser). Dokumen Brioni berisi kesepakatan untuk mempersatukan negara negara yang tidak menjadi anggota Blok Barat maupun Blok Timur.
Gagasan tersebut kemudian diperkuat denagn pertemuan antara ke lima negara pemrakarsa berdirinya Non Blok yaitu:
1. Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia)
2. Presiden Soekarno (Indonesia)
3. Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir)
4. Perdana Mentri Jawaharlal Nehru ( India)
5. Presiden Krumah ( Ghana).
Tujuan dibentuknya Non Blok adalah menentang imperialisme,kolonialisme,neokolonialisme, perbedaan warna kulit, termasuk Zionisme.
Untuk mencapai tujuannya Non Blok mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Dalam Konferensi ini umumnya dihadiri oleh kepala pemerintahan negara-negara anggota, dan diadakan setiap tiga tahun sekali.
Beberapa KTT yang diadakan antara lain:
a. KTT Non Blok I diadakan di Yugoslavia tahun 1961
b. KTT Non Blok II diadakan di Mesir tahun 1964
c. KTT Non Blok III diadakan di Zambia tahun 1970
d. KTT Non Blok IV diadakan di Aljazair tahun 1973
e. KTT Non Blok V diadakan di Srilanka tahun 1976
f. KTT Non Blok VI diadakan di Kuba tahun 1979
g. KTT Non Blok VII diadakan di India tahun 1983
h. KTT Non Blok VIII diadakan di Zimbabwe tahun 1986
i. KTT Non Blok IX diadakan di Yugoslavia tahun 1989
j. KTT Non Blok X diadakan di Indonesia tahun 1992
k. KTT Non Blok XI diadakan di Kolumbia tahun 1995
l. KTT Non Blok XII diadakan di Afrika Selatan tahun 1998
Meskipun Perang Dingin telah berakhir dengan bubarnya Uni Soviet namun keberadaan Non Blok masih tetap relevan, sebab masih banyak masalah yang muncul dan membutuhkan kerjasama negara-negara berkembang dalam menyelesaikannya.

2. ASEAN ( Association of South East Asian Nations)
Organisasi ini merupakan bentuk kerja sama dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Terbentuknya ASEAN dilatarbelakangi oleh adanya persamaan di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam hal: persamaan budaya, bahasa, maupun persamaan nasib.ASEAN di bentuk juga dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya komunis di Asia Tenggara.
Berdirinya ASEAN ditandai dengan adanya penandatanganan Deklarasi Bangkok 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh perwakilan dari lima negara yaitu:
1. Adam Malik dari Indonesia
2. Narsisco Ramos dari Pilipina
3. Thanat Kohman dari Thailand
4. Tun Abduk Razak dari Malaysia
5. S. Rajaratnam dari Singapura.
Tujuan ASEAN adalah:
a. mempercepat pertumbuhan ekonomi,sosial, dan kebudayaan negara-negara di kawasan Asia Tenggara,

b. meningkatkan stabilitas keamanan di Asia Tenggara
c. memajukan kerjasama ynag aktif dan saling membantu negara-negara anggota dalam bidang ekonomi,sosial,budaya,teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi,
d. menyediakan bantuan terhadap satu dengan yang lainnya dalam bentuk latihan dan fasilitas penelitian dalam bidang pendidikan,profesi,teknik, dan administrasi,
e. memajukan studi tentang bangsa Asia Tenggara
f. melakukan kerja sama yang lebih efektif untuk memanfaatkan industri dan pertanian mereka, perluasan perdagangan, termasuk studi tentang masalah yang menyangkut komoditas perdagangan internasional, perbaikan fasilitas tranportasi dan komunikasi,serta peningkatan standar kehidupan rakyat,
g. mempertahankan kerjasama yang erat dan menguntungkan dengan organisasi regional dan internasional yang ada yang mempunyai tujuan serupa dan meneliti semua cara untuk mengadakan kerjasama yang lebih erat di antara anggota.
Untuk mencapai tujuan ASEAN melakukan beberapa upaya antara lain
a. Pertemuan antar kepala pemerintahan negara anggota yang kemudian dikenal dengan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN. KTT yang sudah diadakan antara lain:
1. KTT ASEAN I diadakan di Denpasar (Indonesia) tahun 1976
2. KTT ASEAN II diadakan di Kualalumpur (Malaysia) tahun 1977
3. KTT ASEAN III diadakan di Manila tahun 1987,
4. KTT ASEAN IV diadakan tahun 1992 di Singapura,
5. KTT ASEAN V diadakan tahun 1995 di Bangkok
b. Sidang Komite bahan pangan dan pertanian ASEAN
c. Persetujuan Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka
d. ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE)
e. South East Asia Ministers of Education Organization ( SEAMEO)
Kerjasama ASEAN yang dilaksanakan antara lain :
1. mengerjakan proyek industri ASEAN,antara lain:
a. pabrik amoniak, dan urea di Indonesia dam Malaysia,
b. mesin diesel di Singapura,
c. abu soda di Thailand,
d. superfosfat di Pilipina.
2. menyambut baik hasil keputusan tentang preferensi perdagangan diantara negara anggota
ASEAN, yaitu menentukan tarif yang rendah untuk beberapa jenis barang hasil produksi negara ASEAN sehingga dapat memperlancar pemasarannya di negara anggota,
3. membentuk dana devisa bersama bagi negara anggota yang memerlukannya,
4. menyusun program bersama di bidang pangan ,khususnya beras,
5. mencegah terjadinya pajak ganda,
6. meningkatkan kerja sama di bidang perhubungan dan telekomunikasi ,misalnya penggunaan bersama Satelit Palapa dan pertukaran bahan siaran televisi.

3. Organisasi Konferensi Islam (OKI)
OKI merupakan organisasi negara-negara Islam atau negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Latarbelakang dibentuknya OKI adalah jatuhnya Yerusalem ke tangan bangsa Israel (Yahudi) , dan peristiwa pembakaran Masjid Aqsa tanggal 21 Agustus 1969.Kemnudian atasrakarsa dari Raja Faisal dari Arab Saudi dan Raja Hassan II dari Marokko diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Islam di Rabat (Marokko) tanggal 22-25 September 1969 yang menghasilkan keputusan:
a. mengutuk pembakaran Masjid Aqsa oleh Israel,
b. menuntut ditariknya tentara Israel dari daerah-daerah Arab yang diduduki,
c. menuntut agar Yerusalem dikembalikan seperti sebelum perang 1967,
d. menetapkan pertemuan tingkat menlu negara-negara peserta bulan Maret 1970 di Jeddah untuk meninjau hasil keputusan di Rabbat serta menjajagi kemungkinan bagi pembentukan suatu badan sekretaiat tetap sebagai organ penghubung.
Akhirnya pada Konferensi di Pakistan bulan Desember 1970 diterima dan disahkan berdirinya OKI.
Tujuan dibentuknya OKI antaralain:
a. meningkatkan solidaritas Islam antarnegara anggota,
b. mengkonsolidasikan kerjasama antarnegara anggota dalam bodang ekonomi,sosial,budaya,ilmu pengetahuan, dan kegiatan penting lainnya,
c. berusaha melenyapkan perbedaan rasial,diskriminasi,kolonialisme, dalam segala bentuk,
d. mengkoordinasikan usaha untuk melindungi tempat suci serta mendukung dan membantu perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan hak dan kebebasan tanah air mereka,
e. memperteguh semua perjuangan kaum muslim dengan maksud melindungi kehormatan,kemerdekaan, dan hak nasional mereka.
Organisasi ini terdiri dari Badan Utama,Komite Khusus, badan Subsider,dan sejumlah lembaga taua organisasi lain.Beberapa KTT yang pernah diadakan antara lain:
a. KTT OKI I tahun 1969di Rabbat (Marokko)
b. KTT OKI II tahun 1974 di Lahore(Pakistan)
c. KTT OKI III tahun 1981 di Taif ( Arab Saudi)
d. KTT OKI IV tahun 1984 di Casablanca ( Maroko)
e. KTT OKI V tahun 1987 di Kuwait
f. KTT OKI VI tahun 1990 di Dakkar (Senegal)

4. Masyarakat Ekonomi Eropa ( MEE)
Terbentuknya Masyarakat Ekonomi Eropa sebenarnya merupakan upaya untuk meningkatkan kerjasama di antara negara-negara Eropa. Kerjasama bangsa-bangsa Eropa diawali oleh adanya kerjasama dalam European Steel and Coal Community (ESCS) 1951 yang bergerak dalam bidang produksi batubara,besi, dan baja. ESCS beranggotakan Perancis, Italia,Jerman Barat, Belgia,Nederlang,Luxemburg, dan Denmark. Dalam konferensi di Messina tanggal 1 Juni 1955 Paul Henry Spaak ( Menlu Belgia) ditunjuk sebagai ketua komite yang harus menyusun kemungkinan kerjasama ekonomi dan tenaga kerja.
Gagasannya kemudian menghasilkan:
1. membentuk European Economic Community/Masyarakat Ekonomi Eropa (EEC)
2. membentuk EURATOM/Badan Tenaga Atom Eropa (European Atomic Energy Community).
Tanggal 25 Maret 1955 gagasannya disetujui di Roma sehingga sejak itu terbentuklah Masyarakat Ekonomi Eropa/European Economic Community.
Tujuan dibentuknya MEE adalah:
a. .Integrasi Eropa dengan cara meningkatkan perekonomian, memperbaiki taraf hidup, dan memperluas lapangan kerja,
b. Memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas ,keseimbangan perdagangan antarnegara anggota,
c. Meluaskan hibungan dengan negara-negara selain anggota MEE ,
d. Menghapuskan semua rintangan yang menghambat laju perdagangan internasional.
Dari MEE inilah akhirnya muncul gagasan untuk membentuk pasar tunggal Eropa dan sistem mata uang tunggal Eropa.

5. APEC ( Asia Pasifics Economic Cooperation)
Organisasi ini merupakan wadah kerjasama negara-negara di kawasan Asia dan Pasific dalam bidang ekonomi. APEC dibentuk atas gagasan dari Bob Hawke, dan didirikan bulan November 1989 di Canberra (Australia). Semula anggotanya ada 18 negara yaitu Indonesia,Malaysia,Singapura,Pilipina,Tahiland,Brunei,Ameriuka Serikat,Australia, Kanada,Cina,Cili,Hongkong,Jepang, Korea Selatan,,Meksiko,Papua Nugini,Selandia baru, dan Taiwan.
Latarbelakang dibentuknya APEC adalah timbulnya kekhawatiran akan gagalnya perundingan Putaran Uruguay tentang perdagangan bebas akibat perkembangan situasi politikl dan ekonomi dunia yang berubah sangat cepat.
Negara-negara APEC dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu:
a. negara maju, terdiri atas Amerika dan Jepang,
b. negara industri mapan, terdiri atas kanada,Australia dan Selandia Baru,
c. negara ekonomi industri, terdiri atas Korea Selatan ,Singapura,Taiwan , dan Hongkong,
d. negara berkembang, terdiri atas Brunei darrusalam, Indonesia,Malaysia,Cina,Meksiko,Papua Nugini, dan Cili.
Sruktur organisasinya terdiri atas:
a. Konferensi Tinmgkat Mentri)KTM),
b. Senior Official Meeting (SOM),
c. Committee on Trade and Invesment(CTI),
d. Budged of Administration Committee( BAC),
e. Kelompok Adhoc,
f. Sepuluh Kelompok kerja.
Kerjasama APEC meliputi beberapa bagian, antara lain:
a. menciptakan perdagangan bebas dan arus perdagangan yang lancar di kawasan Asia Pasifik,
b. menunjang perdagangan,
c. kerjasama teknis.
Beberapa kali APEC mengadakan pertemuan untuk membahas masalah-masalah yang muncul dan perlu diselesaikan bersama oleh negara-negara APEC. Dalam pertemuan APEC di Bogor tanggal 14-15 November 1994 Indonesia menjadi tuan rumah dan kepala APEC. Konferensi ini dihadiri oleh 18 negara anggota yang menghasilkan keputusan yang disebut dengan Tiga belas Deklarasi Bogor, yang berisi:
1. APEC akan mempromosikan kerjasama ekonomi berdasarkan kemitraan yang sederajat, tanggung
jawab bersama,saling menghornati kepentingan bersama ,dan keuntungan bersama,
2. APEC akan mempercepat usaha untuk menghilangkan proteksi,
2. APEC menyerukan seluruh anggota WTO yang non APEC untuk bekerja sama dengan
APEC menuju liberalisasi perdagangan multilateral yang lebih jauh,
4. APEC sepakat mengadopsi tujuan jangka panjang dari perdagangan dan investasi yang bebas dan
terbuka di Asia Pasifik,
5. Wilayah yang tingkat ekonominya sudah tingkat industrialisasi akan mencapai sasaran
Perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka tidak lebih dari tahun 2010 dan bagi tingkat ekonomi yang sedang berkembangn tidak lebih dari tahun 2020,
6. APEC akan memberikan perhatian khusus kepada negara berkembang non APEC agar mereka memperoleh keuntungan dari leberalisasi perdagangan dan investasi selaras dengan GATT( General Agreement on Tariffs and Trade)/WTO,
7. Wilayah ekonomi APEC akan mempromosikan arus barang,jasa,serta modal dengan melenyapkan rintangan administratif dan rintangan lainnya bagi perdagangan dan investasi,
8. APEC mengharapkan agar para pemimpin negara anggota APEC membahas proposal pengaturan APEC tentang prinsip pabean, standar,investasi, dan hambatan administratif untuk mengakses pasar,
9. APEc sepakat untuk meneruskan konsultasi yang berharga mengenai srategi tentang pertumbuhan ekonomi,aliran modal regional, dan isu makroekonomi lainya,
10. APEC sepakat untuk mengembangkan kerjasama sumber daya manusia dan sumber daya alam di Asia Pasifik,
11. Ekonomi APEC siap untuk memprakarsai dan menerapkan pengaturan yang kooperatif bagi mereka yang siap melakukannya. Bagi mereka yang belum siap berpartisipasi dapat bergabung dalam waktu berikutnya,
12. APEc sepakat mencari jasa penengah perselisihan yang bersifat konsultatif untuk menambah mekanisme penyelesaian perselisihan dalam WTO,
13. APEC mengarahkan kelompok tokoh terkemuka dan forum bisnis Pasifik yang mewakili kalangan bisnis untuk meneruskan kerja mereka dan memberi rekomendasi lebih jauh bagi peningkatan kerja sama.

Sejak berdirinya APEC sudah melakukan beberapa KTM, yaitu:
1. tahun 1989 di Canberra ,Australia,
2. tahun 1990 di Singapura,
3. tahun 1991 di Korea Selatan,
4. tahun 1992 di Bangkok ,Thailand,
5. tahun 1993,di Seattle,Amerika Serikat,
6. tahun 1994 di Bogor ,Indonesia,
7. tahun 1995 di Tokyo,Jepang,
8. tahun 1996 di Manila,Pilipina,
9. tahun 1997 di Kanada,
10. tahun 1998 di Malaysia,
11. tahun 1999 di Selandia Baru,
NB.RABU, TGL 19-02-2003 ULANGAN I BAHAN NON BLOK-APEC, PELAJARI JUGA BUKU PAKET
Berakhirnya Perang Dingin

Perang Dingin antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet cenderung merugikan dan membawa kurban bagi banyak negara. Untuk itu maka Amerika Serikat dan Uni Soviet berusaha untuk meredakan perang Dingin dengan mengadakan perundingan-perundingan . Usaha itu antara lain nampak dengan adanya:
1. Strategic Arms Limitation Talks (SALT) atau Perundingan Pembatasan Persenjataan Strategis, yang dilakukan baik SALT I maupun SALT II,
2. Lahirnya kondisi multipolar , dengan ciri antara lain runtuhnya negara Uni Soviet, pergeseran geopolitik ke geoekonomi,adanya perkembangan ekonomi yang ajaib di berbagai negara,transformasi terjadi di Asia Tiur dan Asia Tenggara,
3. Dibentuknya GerakanNon Blok ,
4. Pengiriman misi PBB,misalnya tahun 1957 ke Mesir, tahun 1960 ke Kongo.tahun 1961 ke Indonesia, tahun 1973 ke Mesir, sampai tahun 1995 ke Serbia- Bosnia,
5. Hubungan bilateral antara lain :
a. Kunjungan Presiden Nixon (AS)ke RRC tahun 1972, ke Moskow,
b. Kunjungan Sekjen Partai Komunis Uni Soviet Leonid Brezhnev ke Amerika,
c. Perjanjian Star 2 antara Bush- Yeltsin tahun 1992.
6. Adanya penghargaan Internasional,misalnya Nobel Perdamaian,
7. Bersatunya Jerman Barat dengan Jerman Timur,
8. Pembubaran Pakta Warsawa 31 Maret 1991.

Runtuhnya Uni Soviet

Uni Soviet merupakan federasi negara -negara sosialis komunis yang dirintis berdirinya oleh Lenin dengan kaum Bolsheviknya setelaha dapat menggulingkan kekuasaaan Tsar Nicolas II tahun 1917 melalui Revolusi Bolshevik. Tahun 1922 Lenin mengganti Rusia menjadi Uni Soviet dengan Lenin sebagai pemimpinnya. Federasi ini beranggotakan antara lain Rusia,Lithuania, Latvia,Belarusia,Ukraina,Armenia,Georgia, dan Estonia. Mereka disatukan di bawah kekuasaan Partai Komunis Uni Soviet.
Pada waktu Uni Soviet dipimpin oleh Michael Gorbachev ,ia melontarkan ide pembaharuan atau restrukturisasi melalui Glasnot (Keterbukaan) ,dan Perestroika( restrukturisasi) ,Zakonnost(bersifat legal/resmi dalam bidang hukum), Democratizatziya(mendemokratisasikan USSR), Novove Mischeleniye( peninjauan kembali politik luar negeri). Hal ini dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan Uni Soviet dalam bidang ekonomi dan politik dibandingkan dengan negara-negara Eropa Barat. Tetapi setelah gagasan itu disampaikan oleh Michael Gorbachev muncul berbagai pergolakan di berbagai Republik bagian Uni Soviet, hingga pada akhirnya Gorbachev tidak mampu merngendalikannya. Pembaharuan dan perubahan yang tadinya dimaksudkan untuk memajukan Uni Soviet justru menjadi sebab utama runtuhnya Uni Soviet.
Republik -republik yang menuntut kemerdekaan dan ingin melepaskan diri dari Uni Soviet antara lain Lithuania,Latvia,Estonia,Ukraina,Armenia, dan Maldavia. Sedangkan Rusia dan Georgia menuntut otonomi penuh, sedangkan republik-republik yang lain menuntut Uni Soviet dibubarkan.
Secara umum sebab-sebab runtuhnyaUni Soviet adalah:
1. Sistem Marxisme ternyata tidak memiliki kontrol efektif baik terhadap bodang politik maupun ekonomi,
2. Marxisme tidak memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan jaman,
3. Kebijakan Gorbchevtentang Pertestroika dan Glasnot bertentangan dengan Marxisme,
4. Adanya kebijakan lain dari Gorbachev yang membahayakan keberadaan sosialisme
komunisme,antara lain:
a. menjalankan sistem pasar bebas di UnI Soviet,
b. merestui berdirinya pemerintahan koalisi non komunis di Polandia,
c. membiarkan dibukanya Tembok Berlin,
d. membiarkan diktator komunis Rumania Ceausescu dijatuhkan,
e. mengususlkan adanya ,multipartai dan dihapuskannya monopoli Partai Kominis Uni Soviet,
f. membiarkan negara-negara Eropa Timur melucuti kekuasaan partai Komunis,
5. Marxisme yang lebih mengandalkan kekuatan kaum buruh, tidak sesuai dengan keadaan Uni Soviet yang sebagian besar penduduknya kaum petani yang ingin mempunyai hak milik.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka akhirnya Uni Soviet runtuh pada tahun 1991 dengan ditandai lahirnya negara-negara merdeka bekas Uni Soviet, yang tergabung dalam CIS (Commonwealrh of Independent States/ Persemakmuran Negara-negara Merdeka) pada tanggal 8 Desember 1991 yang diprakarsai oleh Presiden Rusia Boris Yeltsin bersama Presiden Ukraina Leonid Kravchuk, serta Ketua Parlemen Belarusia Stanislav Shushkevich dalam pertemuan di Vukhucio,Belarusia.

Runtuhnya Uni Soviet menimbulkan beberapa akibat terhadap situasi dunia, yaitu:
1. Berakhirnya perang Dingin antara Blok Barat (Ameriuka Serikat) dengan Blok Timur(Uni Soviet),
2. Berkurangnya kecemasan dunia terhadap terjadinya PerangDunia III,
3. Banyak negara komunis yang berubah menjadi negara demokrasi,
4. Amerika Serikat tampil sebagai negara Adi Daya,
5. Tumbangnya komunisme di beberapa negara Eropa Timur.

Bersatunya Jerman

Dalam perang Dunia II Jerman berada di pihak yang kalah ,sehingga berdasarkan Deklarasi Berlin daerah Jerman dibagi menjadi empat zona. Keempat zona dibagian Barat di bawah pengawasan Amerika Serikat,Inggris, dan Perancis, sedangkan berdasarkan Perjannjian Postdam bagian utara Propinsi Prusia Timur diserahkan kepada Uni Soviet dan selebihnya kepada Polandia. Pada tahun 1949 empat zona di bagian Barat oleh Inggris, Amerika Serikat ,dan perancis, disatukan dan dibentuk menjadi negara Jerman Barat dengan nama Republik Federasi Jerman. Kemudian tindakan ini dibalas oleh Uni Soviet dengan mendirikan Jerman Timur dengan nama Republik Demokarsi Jerman pada zona yang diawasinya pada tanggal 7 Oktober 1949. Sejak saat itu jerman menjadi dua negara dengan corak dan sistem pemerintahan yang berbeda. Jerman Barat mengembangkan corak demokrasi, sedangkan Jerman Timur berdasarkan kepada ideologi komunis.
Dalam perkembangannya masyarakat Jerman Timur dibawah partai Komunis dan bayang-bayang Uni Soviet tidak dapat menikmati kehidupan sebebas masyarakat, dan semaju masyarakat Jerman Barat ,sehingga banyak penduduk Jerman Timur yang melarikan diri menuju Jerman barat untuk mencari kebebasan dan penghidupan yang lebih baik. Upaya ini dihentikan oleh Walter Ulbricht ketua Patrtai komunis Sosialis dengan membangun Tembok Berlin , yang dilengkapi dengan pagar berduri setinggi empat meter , sehinga membelah/memisahkan kota Berlin (Berlin barat dan Berlin Timur). Namun hal ini tidak menyurutkan niat penduduk Jerman Timur untuk melarikan diri ke Barat. Seiring dengan munculnya gagasan Michaek Gorbachev tentang Perestroika dan Glasnot , maka muncullah tuntutan-tuntutan dari rakyat Jerman Timur tahun 1989 agar pemerintah menciptakan iklim keterbukaan, kebebasan ,dan demokratisasi di segala bidang. Gelombang tuntutan itu akhirnya menyebabkan pemimpin komunis garis keras Erich Honecker tersingkir pada tanggal 18 Oktober 1989 dan digantikan oleh Egon Krenz yang lebih liberal. Pada tanggal 9 November 1989 Tembok Berlin dinyatakan terbuka , sehingga tembok yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur itu dirobohkan.

SEcara umum faktor pendorong bersatunya Jerman  dapat dibagi dua yaitu:

a. faktor dalam negeri: persamaan keturunan, ketimpangan ekonomi dan politik, kesadaran sebagai korban dalam Perang Dunia II

b. faktor luar negeri: pengaruh gagasan Mikhail Gorbachev khususnya persetroika dan Glasnots, adanya pertemuan 2+4  yang menyetujui bersatunya Jerman,
Kemudian muncul gagasan untuk mempersatukan kembali Jerman. Upaya ini dimulai dengan penyatuan mata uang Jerman yaitu DM(Deutsche Mark) pada tanggal 1 Juli 1990.tangal 30 Agustus 1990 ditandatangani Perjanjian Penayatuan Jerman antara Woelgang Schaeubel dari jerman Barat dengan Guenther Krause. Berdasarkan pemilu di Dewan Rakyat Jerman Timur tanggal 20 September 1990 dihasilkan 299 suara setuju, dan 80 menolak, sedangkan di Bonn Jerman Barat,440 setuju, dan 47 menolak. Akhirnya pada tanggal 3 Oktober 1990 dipilih sebagai Hari penyatuan Jerman. Penyatuan Jerman ini menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara lain, mereka khawatir trauma masa lalu akibat ulah NAZI ( masa Adolf  Hitler) akan terulang kembali.

Masalah Kamboja

Berdasarkan Perjanjian Fontainebleau tahun 1946 kamboa akan menjadi negara merdeka di lingkungan Uni Perancis.Tahun 1947 Kamboja menjadi negara Monarki berkonstitusi , namun timbul ketidakpuasan sehingga Norodom Sihanouk mengungsi ke Thailand , sampai ia krmbali tahun 1949. Tahun 1951 ia memegang pemerintahan yang cenderung memmiak blok Barat. Ketika Sihanouk akan mengubah UUD terjadi pertentangan dengan lawan politiknya,sehingga tahun 1955 ia turun tahta dan diganti oleh Raja Norodom Suramarit. Tahun 1960 Suramarit meninggal ,sehingga Norodom Sihanouk kembali dan menjadi perdana Mentri. Konflik kembali terjadi ketika ia menggantikan jabatan Jendral Lon Nol sebagai Perdana Mentri , diganti oleh Son Sann.Tahun 1970 Jendral Lon Nol bersama dengan Pangeran Sisowath Sirik Matak melakukan kudeta ,sehingga Sihanouk tersingkir, dan menghapus monarki di Kamboja menjadi Republik. Sejak itulah konflik terus melanda Kamboja. Keadaan bertambah parah ketika Amerika menuduh Kamboja membantu komunis di Vietnam, sehingga Amerika melakukan pengeboman terhadap Kamboja tahun 1973, 1975, dan 1976.
Bulan januari 1979 Vietnam melakukan penyerangan dan mampu menggulingkan kelompok Khmer Merah. Lalu didirikan pemerintahan yang pro Vietnam dan Uni Soviet dibawah pimpinan Heng Samrin. Kemudian setelah itu terjadi upaya perlawanan dari kelompok Sihanouk, dan pasukan Front Pembebasan Rakyat Khmer (kelompok Son Sann).tahun 1982 dibentuk Pemerintahan Koalisi dibawah Sihanouk untuk menghadapi pemerintahan Heng Samrin.Dengan demikian ada 2 kelompok yang bertikai:
a. People Republik of Campuchea (PRC) kelompok Heng Samrin-Hun Sen , dengan dukungan Vietnam dan Uni Soviet,
b. Coalition Goverment of Democratic Campuchea(OCDC),dari kelompok Sihanouk,Khieu Samphan, dan Son Sann.
Terbentuknya 2 kelompok itu menyebabkan terjadinya Perang Saudara yang berlarut-larut ,yang kemudian dikenal dengan masalah Kamboja.

Upaya untuk mengatasi masalah Kamboja antara lain dilakukan dengan melibatkan ASEAN. Indonesia misalnya berupaya membentu penyelesaian denagn mengadakan Jakarta Informal Meeting (JIM) I ,1 Juli 1988 dan JIM II 19-21 Februari 1989.
Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Cina, juga berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan
mengajak pihak yang bertikai di Perancis(Perundingan Paris). Tanggal 23 Oktober 1991 berhasil ditandatangani Perjanjian Paris mengenai masalah Kamboja. PBB juga membentuk pasukan
perdamaian yang disebut UNAMIC(United Nations Authority Militer International for Camphuchea).

Perang Teluk I dan II
a. Perang Teluk I
Perang Teluk I merupakan konflik yang melibatkan pihak Irak dengan Iran. Perang ini berlangsung tahun 1980-1988. Sebab-sebab timbulnya Perang antara lain:
1. Irak hawatir akan meluasnya pengaruh Revolusi Iran,
2. Perebutan kekuasaan atas Selat Shat al Arab yang kaya akan minyak,
3. Ambisi Saddam Husein untuk menjadi pemimpin besar seperti Nebukadnezar di Mesopotamia
Berdasarkan hal-hal tersebut maka pada tanggal 22 September 1980 Irak menyerang Iran,dan serangan ini menandai dimulainya Perang Teluk I.
Untuk memenangkan perang ini kedua negara berusaha mencari dukungan. Irak didukung oleh Amerika Serikat, Arab Saudi,Kuwait,Bahrain ,Qatar,Inggris,Perancis,Uni Soviet, dan negara-negara Arab lainnya,sedangkan Iran didukung oleh Libya,Suriah, dan Yaman Selatan.Persaingan untuk memenangkan perang akhirnya mendorong Irak menggunakan senjata biologis dan kimia untuk mengimbangi kekuatan Iran yang lebih besar.
Berlarut-larutnya Perang Teluk ini hingga tidak jelas diketahui bagaimana hasil akhirnya menyebabkan muncul upaya untuk menyelesaikan perang ini semakin serius. Dewan Keamanan PBB pada bulan Juli 1988 mengeluarkan Resolusi No.598 yang akhirnya diterima oleh kedua belah pihak yang bertikai. DEngan demikian berakhirlah Perang Teluk I.
b. Perang Teluk II
Perang teluk II merupakan konflik yang semula melibatkan pihak Irak dengan Kuwait, tetapi akhirnya berubah menjadi konflik Irak dengan Kuwait yang dibantu pasukan multinasional dibawah pimpinan Amerika Serikat.
Sebab-sebab terjadinya Perang:
1. Irak menuduh Kuwait melakukan pencurian minyak milik Irak melalui pipa-pipa bawah tanah,
2. Irak menganggap Kuwait sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayahnya,
3. Irak membutuhkan banyak biaya untuk membangun perekonomiannya yang hancur akibat Perang Teluk I,
4. Kuwait menolak membayar ganti rugi kepada Saddam Husien(Irak),
5. Dendam Irak terhadap kegagalannya dalam menguasai Kuwait tahun 1961-1963,
6. Ambisi Saddam Husien untuk menjadi pemimpin besar di dunia Arab.
Perang Teluk II ditandai dengan penyerangan Irak ke Kuwait pada tanggal 22 Agustus 1990,sehingga penguasa Kuwait Syaikh Jaber Al-Ahmad Al Sabah mengungsi ke Arab Saudi.
Tidak seimbangnya kekuatan antara kedua belah pihak,serta munculnya kutukan terhadap tindakan Irak ini menyebabkab timbulnya simpati terhadap Kuwait. Dengan dipelopori oleh Amerika Serikat, Inggris,Perancis negara-negara mengembargo ekonomi Irak agar mau meninggalkan Kuwait, tetapi tidak berhasil sehingga akhirnya Amerika Serikat memimpin pasukan multinasional untuk menyerang Irak tanggal 23 februari 1991 agar mau meningalkan Kuwait. Serangan pasukan multinasional tersebut dikenal dengan Operation Desert Storm( Operasi Badai Gurun) yang dipimpin oleh jendral Norman Scwarkof. Akhirnya pasukan Irak dapt dikalahkan dan Irak diusir dari Kuwait. Akibatnya Irak mendapat sanksi dari negarnegara Barat dan juga diberlakukan embargo ekonomi terhadap Irak oleh negara-negara Barat.

Upaya
perdamaian Timur Tengah
Masalah Timur Tengah adalah masalah yang bermula dari konflik antara Mesir dengn Israel yang pada perkembangannya,menjadi konflik antara Israel di satu pihak dengan negara-negara Arab,PLO, maupunn konflik antar negara Arab. Konflik pertama disebabkab dengan berdirinya negara Israel tahun 1948 atas bantuan dari Amerika Serikat dan Inggris. Dalam perkembangnnya konflik Arab Israel secara khusus menjadi konflik antara PLO dengan Israel. Upaya mengakhiri konflik Arab-Israel dilakukan antara lain melalui Perjanjian Damai POL_Israel tanggal 28 September 1955. Tokoh yang hadir adalah Presiden AS BIll Clinton,Raja Husein dari Yordania,Presiden Hosni Mubarak dari Mesir,Menlu Israel Simon Peres, serta ketua PLO Yasser Arafat. Namun upaya ini belum berhasil,mengatasi konflik Arab-Israel ,bahkan konflk semakin menjadi-jadi dan berlarut-larut hingga saat ini belum terselesaikan secara tuntas.

Masalah Apartheid di Afrika Selatan

Latarbelakang munculnya masalah Apartheid di Afrika Selatan adalah kedatangan orang-orang Inggris ke Afrika Selatan yang kemudian pada tahun 1910 Inggris membentuk Uni Afrika Selatan . Pembentukan Uni Afrika Selatan ini menimbulkan masalah di kemudian hari karena sikap orang-orang Inggris dan juga Belanda yang merasa lebih tinggi derajatnya dari pada penduduk asli Afrika Selatan. Bahkan pemerintah melakukan pemisahan daerah antara penduduk kulit hitam dengan penduduk kulit putih.
Pada tahun 1961 didirikan Republik Afrika Selatan yang dikuasai /didominasi oleh orang-orang kulit putih . Mereka menjalan kebijakan politik yang rasialis khususnya terhadap warga kulit hitam. Politik yang merupakan gagasan dari Dr.Daniel Malan dan Hendrik Verwood ini menimbulkan penderitaan rakyat kulit hitam. Sebagai reaksinya orang-orang kulit hitam membentuk organisasi perlawanan melalui Africa national Congress (ANC) yang dipimpin Nelson Mandela. Tahun 1964 Nelson mandela dijatuhi hukuman seumur hidup karena aktivitanya dalam ANC tetapi tahun 1990 dibebaskan oleh Presiden F.W.de Klerk. Hal ini mendpat sambutan yang sangat hebat dari orang -orang kulit hitam sehingga mereka meningkatkan perjuangannya .
Tahun 1994 diadakan pemilu multiras dan multi partai pertama di Afrika Selatan, yang akhirnya diakhiri dengan kemenangan ANC.Nelson Mandela kemudian menjadi Presiden Afrika Selatan, dan hal ini manandai berakhirnya politik apartheid di Afrika Selatan.

Perkembangan di bekas negara Yugoslavia

Federasi Yugoslavia yang dibentuk tahun 1918 pada tahun 1990 mengalami kegoncangan seiring dengan runtuhnya Uni Soviet.Dari pemilu yang diadakan baik di Slovenia,Kroasia, hasilnya dimanangkan oleh kelompok non komunis. Yugoslavia yang terdiri atas berbagai etnis seperti Serbia,Bosnia,Kroasia akhirnya mengalami perpecahan , yang kemudian menjadi peperangan. Pada tahun 1990 Serbia menyerang dan menguasai dua daerah otonomi di Serbia yaitu Kosovo dsn Vojvodina. Slovenia dan Kroasia memprotesnya dengan menyatakan kemerdekaan pada tanggal 25 Juni 1991. Konferensi perdamaian di Den Haag 7 September 1991 pun belum membawa hasil. Akibatnya terjadi perang antara Serbia dengan Kroasia maupun Slovenia. Sementara itu Bosnia juga menyatakan kemerdekaan bulan Februari 1992,sehingga Serbia pun menyerang Bosnia Herzegovina. Kemerdekaan Bosnia diakui oleh negara-negara Eropa. Pada akhirnya muncul empat negara baru di bekas negara Yugoslavia yaitu Republik Slovenia,Republik Kroasia,Republik Macedonia,Republik Bosnia-Herzegovina.
Situasi menjadi semakin parah dan kompleks ,bahkan ada kecenderungan perang mengarah ke agama dan etnis. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi situasi ini, baik melalui upaya dipliomatik negara-negara Eropa maupun oleh PBB dengan misi perdamaian Carrington,Owen,Vance, dan Stoltenberg. Upaya dengan kekuatan militer (NATO) juga belum mampu membuat Serbia menyerah .Namun upaya ini mengalami kegagalan. Kemudian atas gagasan Amerika Serikat dan NATO pada tanggal 1 November 1995 diadakan perundingan perdamaian di Dayton, Amerika Serikat. Tanggal 21November 1995 Serbia,Bosnia, dan Kroasia menandatangani kesepakatan di Paris,Perancis.

Posted 1 Februari 2011 by mrday49 in Tak Berkategori

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: